Jakarta, CNN Indonesia --
Kendaraan berteknologi hidrogen bakal diuji jalan di Indonesia pada Juli 2026 saat gelaran Global Hydrogen Ecosystem Summit (GHES) 2026.
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot memaparkan GHES adalah cara pemerintah meyakinkan banyak pihak tentang niat pengembangan awal industri hidrogen di dalam negeri.
"Acara ini juga akan dihadirkan berbagai program utama, seperti konferensi, business matching, hydrogen road test, dan hydrogen vehicle test drive," ujar Yuliot saat membuka GHES secara virtual, Selasa (10/2), diberitakan Antara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Uji jalan kendaraan hidrogen rencananya dilakukan pada 23 Juli 2026. Ada berbagai model yang akan turut serta seperti bus, mobil dan sepeda motor hasil konversi yang bakal menempuh rute Jalan Sudirman-Thamrin di Jakarta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengembangan hidrogen
Pemerintah sudah menetapkan hidrogen dan amonia sebagai Sumber Energi Baru strategis melalui Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2025. Pada 2060 diproyeksikan kontribusi hidrogen sekitar 10-12 persen untuk energi primer nasional.
Industri yang saat ini mendominasi pemanfaatan hidrogen adalah pupuk dan kilang minyak yang mencapai 1,75 ton per tahun. Pemerintah ingin hidrogen bisa dimanfaatkan lebih banyak industri, yang paling didorong adalah transportasi.
Pengembangan hidrogen menjadi bagian dari transisi energi nasional, selain itu guna mencapai Net Zero Emission tahun 2060 atau lebih cepat.
Penyelenggaraan GHES diarahkan untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor demi pengembangan hidrogen.
"Tentu pemerintah sangat berkepentingan untuk adanya Global Hydrogen Ecosystem Summit ini, karena kami melihat dari sisi ekosistem," papar Yuliot.
(fea)

















































