CNN Indonesia
Jumat, 02 Jan 2026 00:01 WIB
Timnas Gabon dibubarkan pemerintah usai gagal di Piala Afrika 2025. (AFP/FRANCK FIFE)
Jakarta, CNN Indonesia --
Pemerintah Gabon melalui Kementerian Olahraga menghukum tim nasional Gabon setelah tersingkir dari Piala Afrika 2025 di Maroko.
Dalam Piala Afrika 2025, Gabon tergabung ke dalam Grup F bersama Pantai Gading, Kamerun, dan Mozambik. Akan tetapi setelah melakoni tiga pertandingan di fase grup, Gabon menghuni dasar klasemen dan gagal ke babak 16 besar.
Gabon gagal meraih poin dari tiga laga usai dihajar Kamerun 0-1, disikat Mozambik 2-3, dan digilas Pantai Gading 2-3.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kegagalan di Piala Afrika 2025 dianggap sebagai hal yang memalukan oleh Pemerintah Gabon. Karena itu Menpora Simplice-Desire Mamboula membubarkan timnas Gabon dan mencoret Bruno Ecuele Manga dan Pierre-Emerick Aubameyang dari skuad ke depan.
"Mengingat penampilan memalukan Panthers di Piala Afrika, pemerintah telah memutuskan untuk membubarkan staf pelatih, menskors tim nasional hingga pemberitahuan lebih lanjut, dan mengeluarkan pemain Bruno Ecuele Manga dan Pierre-Emerick Aubameyang," kata Mamboula dikutip dari Aljazeera.
Baik Aubameyang dan Ecuele Manga tidak bermain bersama Gabon dalam laga terakhir di babak grup melawan Pantai Gading. Aubameyang harus kembali ke klubnya Olympique Marseille karena perawatan cedera paha.
Dalam pemberitaan itu disebutkan, mantan Pemain Terbaik Afrika tersebut menanggapi keputusan pemerintahnya melalui media sosial.
"Saya pikir, masalah tim jauh lebih dalam daripada masalah individu saya," ucap Aubameyang.
Dengan keputusan pemerintah itu, pertandingan melawan Mozambik bisa jadi laga terakhir bagi Aubameyang dan Manga di timnas Gabon.
Sebelumnya pembubaran tim nasional jadi hal umum di Afrika ketika menghadapi hasil mengecewakan. Akan tetapi setelah FIFA mengambil sikap terhadap campur tangan pemerintah, pembubaran itu jarang terjadi.
(sry/sry)














































