Pemilik soal Ratusan Airsoft Gun di Sekolah Jaksel: Buat Eskul Nembak

7 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Direktur Utama PT Lokta Karya Perbakin yang mengaku pemilik senjata, Alhadid Endar Putra menyatakan ratusan senjata airsoft gun yang ditemukan di sebuah ruangan di yayasan sekolah di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan (Jaksel) adalah legal dan berizin.

"Intinya semua ada izinnya, yang temuan 995 itu semua ada izinnya," kata Alhadid saat dihubungi, Kamis (6/8).

"Airsoft gun, 995 ya. Semua ada izinnya kok gitu," sambungnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Disampaikan Alhadid, ratusan senjata airsoft gun itu sudah disimpan di lokasi itu sejak tahun 2020. Kata dia, senjata itu diperuntukkan untuk ekstrakurikuler menembak di sekolah tersebut.

"Dan semua orang juga tahu, PT Lokta Karya Perbakin itu berizin dan itu sudah disepakati dan diketahui untuk kegiatan ekskul menembak. Untuk ekskul menembak tahun 2020. Karena ada pembinanya yang berinisial S," ujarnya.

Namun, Alhadid menyebut karena pembina berinisial S ini meninggal dunia pada tahun 2022, maka ekstrakurikuler menembak di sekolah itu sudah tidak lagi berjalan.

Alhadid juga mengklaim bahwa ratusan aitsoft gun yang disimpan di lokasi tersebut sudah tidak dapat digunakan.

"Jadi yang kemarin disita sama polisi pun kita udah cek, ya memang udah enggak bisa digunakan lagi itu airsoft gun-nya. Jadi ini klarifikasi aja semua, izin-izinnya semua kita punya," ucap dia.

Alhadid turut mengatakan bahwa penyimpanan senjata di lokasi tersebut sudah sesuai dengan prosedur. Sebab, kata dia, selama ini pun tidak pernah ada insiden yang berkaitan dengan senjata tersebut.

"Sebetulnya belum ada ya, aturan spesifikasi khususnya belum ada. Tapi prinsipnya harus ada yang dijaga, pasti. Kita semenjak kita di sana juga kita jaga terus. Yang kedua, kita ada kesepakatan juga dengan sekolah mengenai ekskul-nya itu. Dan semua magazin juga dicopot. Itu udah udah suatu hal yang apa wajib lah dilakukan demi keamanan. Tapi belum ada aturan khususnya," tutur dia.

Lebih lanjut, Alhadid membantah soal kepemilikan narkoba hingga CD yang diduga berisi konten porno itu. Kata dia, barang tersebut bukan milik pihaknya lantaran sejak April 2026 yayasan tersebut dikuasai oleh pembina yayasan lainnya berinisial N.

"Nah kalau narkoba ini sama video porno ini apa ya itu vcd lagi Saya nggak tahu punya siapa, tapi yang pasti ya ditanyain ke pihak yang menguasai sejak April 2026 ini," ucap dia.

"Jadi ini sebenarnya intinya adalah sengketa antara tiga pembina. Mereka itu yang menguasai fisik yayasan saat ini adalah kubunya N," lanjutnya.

Selain itu, Alhadid juga menyatakan senjata api (senpi) yang ditemukan di lokasi bukan milik PT Lokta. Namun, ia mengklaim mengetahui siapa sosok pemilik senpi tersebut.

"Senpi yang api itu bukan. Kita udah klarifikasi juga di Polres, itu ada pemiliknya dan itu ada izinnya juga. Kita kasih izinnya," ujarnya.

Sebelumnya, kuasa hukum pihak sekolah membeberkan total ada 995 senjata ditemukan di ruangan mantan ketua yayasan sekolah swasta di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Hermawanto selaku kuasa hukum pihak sekolah mengatakan saat itu ruangan tersebut dibuka karena akan digunakan untuk kebutuhan siswa sekolah.

"Jadi pada tanggal 10 dan tanggal 11 bulan Juli, hampir satu bulan yang lalu, kami menemukan ada 995 pucuk senjata. Di dalamnya ada senjata api, termasuk ada amunisi dan juga beberapa aksesoris senjata yang lain," kata Hermawanto kepada wartawan, Kamis.

Di sisi lain, Polres Metro Jakarta Selatan tengah menyelidiki temuan senapan angin (air gun) hingga senjata api (senpi) di salah satu ruangan di yayasan sekolah di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan (Jaksel).

"Polres Metro Jakarta Selatan telah menerima laporan dari masyarakat terkait temuan senjata (terdiri dari air gun dan senjata api) yang tersimpan di salah satu ruangan di yayasan sekolah yang berlokasi di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan yang selanjutnya dibuat dalam bentuk Laporan Polisi tertanggal 15 Juli 2026," kata Kasie Humas Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Joko Adi Wibowo kepada wartawan.

(dis/dal)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |