Peringatan BMKG, Siaga Hujan Lebat Sepekan ke Depan di Sejumlah Daerah

4 hours ago 5

Jakarta, CNN Indonesia --

Hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat masih berpotensi mengguyur sejumlah wilayah Indonesia selama sepekan ke depan. Simak prediksinya.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi dalam sepekan ke depan dinamika atmosfer pada skala global, regional, dan lokal masih berpengaruh signifikan terhadap cuaca di Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut BMKG pada skala global, El Nino-Southern Oscillation (ENSO) terpantau menguat pada fase negatif yang mengindikasikan La Nina lemah. Kondisi ini berpotensi meningkatkan pasokan uap air yang mendukung pembentukan awan hujan di sebagian wilayah Indonesia.

"Selain itu, suhu muka laut yang relatif hangat di sebagian perairan Indonesia turut memperkaya pasokan uap air yang mendukung pembentukan awan hujan di Indonesia," jelas BMKG dalam Prospek Cuaca Sepekan periode 16-22 Januari 2026.

BMKG juga mencatat bahwa aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) secara spasial diprakirakan aktif melintasi Laut Maluku, Maluku Utara, Laut Halmahera, Perairan utara Maluku Utara - Papua, dan Pesisir Utara Papua.

Kondisi ini berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan di wilayah-wilayah tersebut.

Selain itu, gelombang ekuator juga terpantau aktif dan dapat memperkuat proses konvektif di sejumlah wilayah. Kombinasi Madden-Julian Oscillation (MJO), Gelombang Kelvin, dan Gelombang Rossby Ekuator teramati aktif di Samudra Hindia barat Sumatra, sebagian Sumatera, sebagian Kalimantan, Maluku Utara, dan Perairan utara Papua, sehingga berkontribusi pada peningkatan aktivitas konvektif dan potensi hujan di kawasan tersebut.

Aktifnya Siklon Tropis Nokaen di Laut Filipina, sebelah utara Maluku Utara, juga menjadi faktor pemicu hujan lebat. Menurut BMKG siklon ini diperkirakan menguat dengan kecepatan angin maksimum 35 knot dan tekanan udara 1000 hPa, dengan arah gerak ke Barat Laut.

Kondisi ini akan memengaruhi pembentukan pola angin terutama di wilayah utara Indonesia bagian Timur. Selain itu terdapat juga Bibit 96S yang pergerakannya diprakirakan persisten, dengan kecepatan angin maks 20 knot dan tekanan udara 1002 hPa yang mempengaruhi pola angin termasuk daerah konvergensi.

Sistem ini memanjang dari Pesisir barat Sumatera, Riau, dari Jambi hingga Lampung, Laut Jawa, Selat Makassar, Laut Seram, Laut Arafura, Papua Barat.

BMKG menjelaskan bahwa kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah konvergensi/konfluensi tersebut.

BMKG juga memprakirakan dalam sepekan ke depan, terdapat potensi peningkatan seruakan dingin atau cold surge dari Benua Asia. Ini terindikasi dari perbedaan tekanan udara dari Gushi yang tinggi, disertai peningkatan kecepatan angin yang tinggi di Laut China Selatan yang memperkuat masuknya monsun Asia lebih cepat dan mudah melewati ekuator, melalui Selat Karimata.

"Hal ini memberikan dampak pada peningkatan kejadian cuaca ekstrem di beberapa wilayah di Selatan Indonesia, khususnya Sumatera Bagian Selatan, dan Pulau Jawa," kata BMKG.

Prospek cuaca sepekan

Menurut BMKG, pada periode 16-18 Januari 2026, cuaca di Indonesia umumnya didominasi kondisi hujan ringan hingga hujan lebat. Namun, perlu diwaspadai peningkatan hujan dengan intensitas sedang yang terjadi di sejumlah wilayah.

Selain itu, hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang dapat terjadi, dengan kategori tingkat peringatan dini dan wilayah potensi kejadian sebagai berikut:

Siaga (hujan lebat-sangat lebat):

- Sumatra Selatan
- Bengkulu
- Banten
- DKI Jakarta
- Jawa Barat
- Jawa Tengah
- DI Yogyakarta
- Jawa Timur
- NTB
- Maluku

Angin kencang:

- Kepulauan Bangka Belitung
- Sumatra Selatan
- Lampung
- Bengkulu
- Banten
- DKI Jakarta
- Jawa Barat
- Jawa Tengah
- DI Yogyakarta
- Jawa Timur
- Kalimantan Barat
- Kalimantan Tengah
- Kalimantan Selatan
- Bali
- NTB
- NTT
- Sulawesi Selatan
- Sulawesi Tenggara
- Sulawesi Utara
- Maluku
- Maluku Utara
- Papua Selatan
- Sulawesi Tengah
- Gorontalo
- Papua Barat
- Papua Tengah

Pada periode 19-22 Januari 2026, BMKG memprediksi secara umum cuaca di sejumlah wilayah Indonesia didominasi hujan ringan hingga hujan lebat, tapi tetap perlu diwaspadai peningkatan hujan dengan intensitas sedang di sejumlah wilayah.

Selain itu, hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang dapat terjadi, dengan kategori tingkat peringatan dini dan wilayah potensi kejadian sebagai berikut:

Siaga (hujan lebat-sangat lebat):

- Jawa Barat
- Jawa Timur
- NTT
- Sulawesi Selatan

Angin kencang:

- Sumatra Selatan
- Kepulauan Bangka Belitung
- Lampung
- Banten
- DKI Jakarta
- Jawa Barat
- Jawa Tengah
- DI Yogyakarta
- Jawa Timur
- Bali
- NTB
- NTT
- Kalimantan Tengah
- Kalimantan Selatan
- Kalimantan Barat
- Sulawesi Selatan
- Sulawesi Tengah
- Sulawesi Utara
- Sulawesi Tenggara
- Maluku
- Maluku Utara
- Maluku
- Papua Barat
- Papua Barat Daya
- Papua Pegunungan
- Papua Selatan
- Papua

(dmi/dmi)

Read Entire Article
| | | |