Peringatan Dini BMKG, Hujan Lebat Masih Bayangi Jabodetabek Pekan Ini

3 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan Peringatan Dini Cuaca untuk wilayah Jabodetabek pekan ini yang menunjukkan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat yang mungkin disertai angin kencang.

Pada hari ini, Senin (26/1), wilayah yang diperkirakan berada dalam status Siaga atau berpotensi hujan lebat hingga sangat lebat adalah Jakarta Utara, Jakarta Pusat, Jakarta Barat, dan Kabupaten Bekasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, wilayah yang masuk dalam status Waspada atau hujan sedang hingga lebat adalah Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Tangerang, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Kepulauan Seribu, Kota Bekasi, Kabupaten Bogor, Kota Bogor, dan Kota Depok.

Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Tangerang, dan Kota Jakarta Barat juga berpotensi mengalami angin kencang pada hari ini.

Intensitas hujan diperkirakan meningkat pada Selasa (27/1) dengan Kabupaten Bekasi masuk kategori Awas atau diperkirakan mengalami hujan sangat lebat hingga ekstrem.

Sementara itu, Kabupaten Bogor dan Kota Bogor berpotensi diguyur hujan sedang hingga lebat.

Selebihnya, wilayah lainnya berpotensi diguyur hujan lebat hingga sangat lebat, dengan wilayah Tangerang dan Tangerang Selatan disertai angin kencang.

Menurut BMKG salah satu penyebab hujan lebat belakangan ini adalah fenomena monsun Asia yang membawa suplai massa udara lembab dari Laut China Selatan disebut sebagai salah satu faktor penyebab cuaca ekstrem berupa hujan lebat di berbagai wilayah Indonesia pada pekan lalu.

Monsun Asia berkontribusi signifikan terhadap peningkatan pertumbuhan awan hujan di wilayah Indonesia bagian selatan.

Angin ini bergerak ke wilayah Indonesia melalui Selat Karimata, serta diperkuat seruakan dingin (cold surge) dari dataran tinggi Siberia hingga melewati ekuator mencapai Pulau Jawa. Monsun Asia diperkirakan akan mengalami peningkatan aktivitas pekan ini dan berdampak pada wilayah selatan Tanah Air.

"Dalam sepekan ke depan, terdapat potensi peningkatan aktivitas monsun Asia disertai dengan Cross Equatorial Northerly Surge (CENS) yang diprediksi menguat, sehingga massa udara lembap lebih cepat dan mudah melewati ekuator menuju wilayah selatan Indonesia," tulis BMKG dalam laporan prospek cuaca mingguan, Jumat (23/1).

"Hal ini memberikan dampak pada peningkatan kejadian cuaca ekstrem di beberapa wilayah di selatan Indonesia, khususnya Sumatera Bagian Selatan, Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara," jelas BMKG lagi.

Lebih lanjut, pada Rabu (28/1), hanya wilayah Jakarta Utara, Jakarta Pusat, Jakarta Barat, dan Jakarta Selatan yang berpotensi hujan lebat hingga sangat lebat.

Sementara wilayah lain berpotensi hujan intensitas sedang hingga lebat. Namun, potensi angin kencang meluas ke seluruh wilayah DK Jakarta hingga Kepulauan Seribu.

Pada Kamis (29/1) dan Jumat (30/1), seluruh wilayah Jabodetabek diperkirakan mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

Angin kencang masih berpotensi terjadi di Jakarta Utara, Jakarta Pusat, Jakarta Barat hingga Kepulauan Seribu pada Kamis.

Perpanjang modifikasi cuaca

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memperpanjang Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) hingga 27 Januari 2026 untuk menyiasati cuaca ekstrem curah hujan tinggi di Jakarta yang masih berlangsung saat ini.

Operasi modifikasi cuaca Jakarta sedianya berakhir pada Jumat 23 Januari 2026.

"Saya sudah memerintahkan untuk perpanjangan modifikasi cuaca. Jadi operasi modifikasi cuaca ini yang seharusnya selesai tanggal 23 ini, akan kita perpanjang sampai dengan tanggal 27 [Januari 2026]," ujar Pramono di kawasan Cilincing, Jakarta Utara, Jumat (23/1).

Pramono menyatakan kebijakan itu dilakukan karena tidak ingin Jakarta tidak mempersiapkan diri dengan baik dalam menghadapi cuaca ekstrem maupun curah hujan tinggi.

Operasi modifikasi cuaca merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto guna mereduksi curah hujan tinggi yang diperkirakan mengguyur wilayah Jawa Barat dan Jakarta pada periode dasarian kedua dan ketiga bulan Januari 2026.

Operasi modifikasi cuaca area Jakarta dan Jawa Barat telah dilaksanakan sejak 12 Januari 2026 dengan mengerahkan dua unit pesawat. BNPB mengerahkan Cessna Carravan PK-JVH dan BPBD DKI Jakarta mengerahkan CASA 212 A-2105.

Per Jumat (23/1), total sorti penerbangan lima armada pesawat sebanyak 70 sorti dengan bahan semai yang telah ditaburkan sebanyak 43,8 ton Natrium Klorida (NaCl) dan 20,6 ton Kalsium Oksida (CaO).

(lom/dmi)

Read Entire Article
| | | |