Jakarta, CNN Indonesia --
Anggota parlemen Eropa asal Denmark Anders Vistisen memaki-maki Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyusul ambisi imperialisme dia untuk mencaplok Greenland.
Vistisen menyampaikan kata-kata tersebut saat sesi rapat Parlemen Eropa yang sedang membahas masa depan Greenland. Ia menegaskan pulau tersebut tak dijual.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Izinkan saya mengungkapkannya dengan kata-kata yang mungkin Anda mengerti: Bapak Presiden (Trump): bug off (pergi dari sini)." kata dia selama sesi debat di depan legislatif Eropa, Selasa (20/1).
Namun, pernyataan Vistisen itu segera ditegur Wakil Presiden Parlemen Eropa Nicolae Ștefatunata. Dia menilai anggota parlemen itu berbicara kasar dan tak pantas.
"Maaf menyela, tapi ini tak bisa diterima, meski Anda punya perasaan politik yang kuat soal kini," ujar Stefatunata seperti dikutip CNN.
Ini bukan kali pertama Vistisen menggunakan bahasa yang dianggap pantas di parlemen.
Dia sebelumnya sebelumnya pernah menyuruh Trump "fuck off (pergi)" dan "go to hell (pergi ke neraka)" saat berbicara di hadapan Parlemen pada Januari tahun lalu. Di masa itu, presiden AS sangat ingin mencaplok Greenland.
Vistisen mengeklaim penggunaan kalimat yang blak-blakan itu menunjukkan bahwa tindakan Trump menganeksasi Greenland tak bisa diterima dalam bentuk apapun.
Pernyataan baru Vistisen muncul saat keinginan Trump mencaplok Greenland mencapai puncaknya.
Ia mengatakan AS akan mengenakan tarif 10 persen ke delapan negara Eropa hingga kesepakatan kepemilikan AS atas Greenland tercapai.
Tarif tersebut dijadwalkan akan mulai berlaku pada Februari.
Trump juga mengancam akan menaikkan tarif hingga 25 persen jika kesepakatan kepemilikan Greenland ke tangan AS tak tercapai pada Juli.
Sejumlah negara Eropa ramai-ramai menolak ancaman Trump. Denmark dan Greenland juga terus menyampaikan penolakan mereka soal penjualan apapun terkait pulau itu.
(isa/rds)

















































