Perwakilan Klub Jerman Sebut Pemain Indonesia Pantas ke Bundesliga

3 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Perwakilan klub Jerman Arminia Bielefeld, Patrick Ghigani, menyebut pemain Indonesia pantas melanjutkan karier di Bundesliga.

Patrick yang pernah berkarier bersama Cendrawasih FC, Persiraja Banda Aceh, dan Persijap Jepara itu berpendapat banyak pemain Indonesia punya bakat murni. Menurutnya talenta harus dibarengi dengan kerja ekstra keras jika ingin berpentas di Liga Jerman.

"Saya yakin 100 persen. Di Jerman sebenarnya banyak pemain yang tidak berbakat. Tapi mereka punya etos kerja yang tinggi," kata Patrick di Jakarta, Rabu (14/1).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sedangkan di Indonesia pemainnya punya talenta murni. Mereka butuh kesempatan yang lebih besar. Jika mereka punya rekam jejak yang baik bukan tak mungkin bisa menuju Bundesliga. Saya yakin itu," ia menambahkan.

Bersama Arminia Bielefeld, Ghigani ingin memperluas atensi publik terhadap klub yang berkompetisi di kasta kedua Bundesliga tersebut. Melalui coaching clinic, ia yakin timnya bisa lebih dikenal.

"Misi bersama Arminia tentu ingin menunjukkan budaya kerja kami di Jerman. Kami ingin meningkatkan level akademi di Indonesia," kata Patrick di Jakarta, Rabu (14/1).

"Rencana lainnya tentu mencari talenta di Indonesia yang sesuai dengan filosofi kami. Arminia juga ingin terkenal di Indonesia. Tentu ada harapan pemain Indonesia bisa ke Bundesliga," ia menambahkan.

Selain membawa bendera klubnya ke Indonesia, Patrick ingin sekaligus mempelajari kultur sepak bola di Indonesia. Ia berpendapat setiap negara punya dinamika masing-masing yang justru bisa diserap untuk kariernya di Jerman.

"Kami juga ingin belajar. Kami tidak bisa merasa sebagai yang paling tahu. Setiap negara punya cara berpikirnya sendiri. Pada intinya kami ingin mempelajari cara berpikir orang Indonesia tentang sepak bola," ujarnya.

"Terlebih saya sudah kenal dengan Indonesia. Negara ini adalah rumah kedua saya," ia melanjutkan.

[Gambas:Video CNN]

(ikw/nva)

Read Entire Article
| | | |