Pidato di Panggung WEF, Prabowo Pamer RI Tutup 1.000 Tambang Ilegal

3 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Prabowo Subianto membeberkan langkah konkret pemerintah Indonesia menutup 1.000 tambang ilegal, kala berpidato di hadapan para pemimpin dunia di World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss.

Dalam forum yang dihadiri para pemimpin dunia, pelaku usaha, hingga tokoh-tokoh dunia tersebut, Prabowo menegaskan RI berkomitmen melawan berbagai praktik ilegal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Prabowo menegaskan langkah itu adalah bagian dari upaya menegakkan hukum di sektor kehutanan dan sumber daya alam, yang paling tegas dan paling berani sepanjang sejarah RI.

"Hingga saat ini kami telah menutup 1.000 tambang ilegal," kata Prabowo di Davos, Swiss, Kamis (22/1).

Dia menyebut di usia pemerintahannya yang baru satu tahun, jajarannya berhasil menyita empat juta hektare perkebunan dan tambang ilegal.

Selain itu, Prabowo jug mengungkap RI telah mencabut izin 28 perusahaan yang menguasai 1,01 juta hektare lahan lantaran melanggar hukum dengan membuka perkebunan di kawasan hutan lindung.

"Jika digabungkan dengan empat juta hektare lahan ilegal yang telah disita sebelumnya, pada hakikatnya kami telah menjalankan penegakan hukum di bidang kehutanan yang paling berani dan paling tegas dalam sejarah Indonesia," beber Prabowo.

Selain itu, Prabowo juga memamerkan capaian kerja aparat penegak hukum yang mengungkap penyelewengan besar-besaran dalam tata kelola bahan bakar minyak dan minyak mentah.

Menurut Prabowo, perusahaan yang diduga melanggar hukum mencapai 666 perusahaan. Namun dia menegaskan pemerintah tak akan mundur dalam penegakan hukum.

"Satu-satunya jalan adalah memiliki keberanian untuk menegakkan hukum. Tidak boleh ada kompromi. Tidak boleh ada langkah mundur," ujar Prabowo.

(dna)

Read Entire Article
| | | |