CNN Indonesia
Selasa, 13 Jan 2026 07:45 WIB
Ilustrasi pilot dan kopilot di kokpit pesawat. (Foto: Life of Pix)
Jakarta, CNN Indonesia --
Seorang pilot dari maskapai yang berbasis di Taiwan, EVA Air ditangguhkan setelah diduga memukuli kopilot di kokpit pesawat. Kejadian ini berlangsung ketika pesawat tengah lepas landas di Bandara Internasional Los Angeles, Amerika Serikat (AS).
Kala itu, seorang pilot bermarga Wen seperti biasa mempersiapkan pesawat yang hendak lepas landas di landasan pacu. Namun, kecepatan pesawat saat itu meluncur dengan lebih cepat, bahkan melebihi batas aman 30 knot atau sekitar 55 km per jam.
Melansir Mothership, kopilot yang merupakan seorang asal Malaysia sudah berkali-kali mencoba memperingatkan Kapten Wen setelah melihat situasi tersebut, tetapi sang pilot tak bergeming.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akhirnya, kopilot memutuskan untuk menarik rem secara manual dengan mengikuti prosedur operasi standar. Suasana di kokpit jadi memanas, Kapten Wen mendadak kehilangan kesabarannya.
Setelah itu, diduga Kapten Wen meninju kopilot itu setidaknya empat kali pukulan. Meskipun belum ada informasi pasti kapan tepatnya tanggal insiden ini terjadi, tetapi diyakini bahwa terjadi baru-baru ini.
Setelah insiden pemukulan itu, pihak maskapai diklaim tidak segera mengambil tindakan. Alih-alih menindak tegas, EVA Air justru tetap mengizinkan Pilot Wen untuk melanjutkan penerbangan. Padahal emosinya sedang tidak stabil dan bisa membahayakan penerbangan.
Kemudian, laporan mencuat di media sosial dan mengundang kontroversi. Pada 3 Januari 2026, EVA Air memberikan tanggapan dengan sebuah pernyataan, mengatakan bahwa mereka telah melakukan penyelidikan atas insiden tersebut.
Wen telah diskors dilarang terbang untuk sementara waktu. Selain itu, ia juga akan dirujuk ke dewan peninjau disipliner maskapai untuk peninjauan lebih lanjut setelah penyelidikan selesai.
EVA Air juga berdalih bahwa pesawat tidak melaju kencang saat meluncur, dan mematuhi peraturan. Pihaknya juga memulai penyelidikan internal segera setelah insiden itu terjadi dan memberikan bantuan konseling psikologis kepada Wen.
Mengutip Taipei Times, Administrasi Penerbangan Sipil Taiwan telah membuka penyelidikannya sendiri atas insiden tersebut. Jika salah satu tindakan kru ditemukan telah mempengaruhi keselamatan penerbangan, maka mereka akan terkena sanksi berdasarkan hukum yang berlaku.
(ana/wiw)
















































