Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden Prabowo Subianto menyorot keuntungan dari penjualan kekayaan Indonesia yang berada di luar negeri mencapai US$93 miliar selama 22 tahun terakhir.
Prabowo menerangkan Indonesia selama ini tidak pernah rugi dalam menjual kekayaannya. Artinya, seharusnya Indonesia tidak akan pernah mengalami krisis ekonomi.
"Kalau ilmu dagang yang kita jual lebih banyak dari kita beli. Artinya, negara ini enggak akan pernah mengalami, yang terjadi adalah keuntungan kita selama 22 tahun adalah US$436 miliar, yang keluar US$343 miliar. Ini angka-angka dari PBB," ujarnya saat menyampaikan "Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEMPPKF) RAPBN Tahun Anggaran 2027" dalam Sidang Paripurna DPR di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (20/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini yang menyebabkan gaji-gaji guru kecil, gaji-gaji aparat penegak hukum kecil, gaji-gai ASN kecil. Ini yang (menyebabkan) anggaran tak cukup, anggaran tidak kuat dan sebagainya," sambungnya.
Hal itu bisa terjadi karena terjadi praktik kecurangan. Misalnya, underinvoicing di mana nilai penjualan yang dilaporkan di bawah nilai sebenarnya.
Pemerintah mencatat selama 34 tahun (1991-2024) nilai underinvoicing mencapai US$900 miliar atau setara Rp15.400 triliun.
"Banyak yang membuat perusahaan di luar negeri, dia jual dari perusahaan di dalam negeri ke perusahaan di luar negeri yang harganya jauh di bawah harga sebenarnya," ujarnya.
Menurut Prabowo, praktik curang ini terjadi hampir di semua komoditas, termasuk kelapa sawit.
Karenanya, pemerintah akan mewajibkan ekspor sejumlah komoditas SDA strategis RI melalui BUMN yang ditunjuk. Komoditas itu antara lain kelapa sawit, batu bara, dan paduan besi (ferroalloys).
Ketentuan itu tertuang dalam Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Ekspor Komoditas Sumber Daya Alam.
"Penjualan semua hasil sumber daya alam kita, kita mulai dengan minyak kelapa sawit, batu bara, dan paduan besi feroalloy, kita wajibkan penjualannya harus melalui BUMN yang ditunjuk oleh Pemerintah RI sebagai pengekspor tunggal," ujarnya.
(sfr)
Add
as a preferred source on Google
















































