Profil Mukhtara Air, Maskapai Baru Incar Penerbangan Haji-Umrah RI

14 hours ago 4

Jakarta, CNN Indonesia --

Industri penerbangan Indonesia kedatangan maskapai baru yang mengincar segmen penerbangan haji dan umrah, Mukhtara Air.

Maskapai berbasis di Madinah, Arab Saudi ini di bawah naungan Manazil Al Mukhtara Holding. Perusahaan berencana melayani rute domestik (feeder) dan internasional, termasuk Madinah dan Makkah.

Pesawat tipe Airbus A230 pertama maskapai tersebut telah tiba di Indonesia pada 28 November 2025 lalu setelah terbang dari Sharjah, Uni Emirat Arab menuju Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Maskapai Mukhtara Air menargetkan resmi membuka penerbangan komersial dan mengudara di Indonesia pada awal Januari 2026.

Maskapai ini akan beroperasi dengan dua tipe pesawat, yakni Airbus A320 dan Airbus A330. Dengan menargetkan 10 unit pesawat di tahun berikutnya, Mukhtara Air berharap terdapat tambahan empat unit Airbus A320 dan empat unit Airbus A330.

"Kemudian next year, kita akan ada penambahan sekitar tiga, jadi 4 (unit) A320. Dan tambah 4 lagi (unit) A330. Jadi total kurang lebih 10 (pesawat)," ujar Operating Director Mukhtara Air Andik Setiawan saat ditemui di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (28/11/2025) lalu.

Mengutip akun resmi Instagram Mukhtara Air, maskapai tersebut berada di bawah naungan perusahaan yang juga bergerak di bidang perhotelan, haji, dan umrah berstandar internasional. Tak heran, Mukhtara Air berfokus untuk melayani mobilitas perjalanan haji dan umrah.

Di Indonesia, Mukhtara Air berkantor pusat di Komplek Perkantoran City Business Center (CBC) dekat Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang dan mempunyai kantor perwakilan di Surabaya, Medan, dan Bali.

Maskapai tersebut masih menunggu proses sertifikasi Air Operator Certificate (AOC) yang menjadi syarat utama bagi maskapai agar bisa mengudara dan membuka layanan penerbangan komersial di Indonesia.

Berdasarkan keterangan resmi terbaru yang dirilis oleh Kementerian Haji dan Umrah, maskapai yang secara resmi ditunjuk melayani penerbangan haji pada tahun 2026 baru dua, yakni Garuda Indonesia dan Saudia Airlines.

Terkait progres perizinan maskapai tersebut, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Lukman F. Laisa mengungkap prosesnya telah memasuki fase 4 dari 5 untuk 1 unit pesawat tipe Airbus A320 dan 2 unit pesawat tipe Airbus A330.

"Saat ini, proses pengajuan Air Operator Certificate (AOC) perusahaan tersebut telah memasuki Fase 4 dari 5 Fase yang dipersyaratkan dengan rencana pengoperasian menggunakan 1 unit pesawat Airbus A320 (yang masih berstatus registrasi asing) dan rencana 2 unit pesawat Airbus A330," ujar Lukman dalam keterangan tertulis yang dirilis pada Desember 2025 lalu..

Lukman menyampaikan pesawat tersebut wajib menjalani proses perawatan dan pemenuhan persyaratan teknis sebelum dapat diregistrasikan sebagai pesawat Indonesia.

Kemudian, ia menegaskan Mukhtara Air harus menyelesaikan semua tahapan sertifikasi sampai dinyatakan lulus sebelum mengajukan Penetapan Pelaksanaan Rute Penerbangan (PPRP).

"Setelah seluruh persyaratan terpenuhi dan dinyatakan layak oleh otoritas penerbangan, barulah perusahaan dapat diberikan izin untuk beroperasi secara berjadwal," terangnya.

Lukman mengatakan Mukhtara Air di bawah naungan PT Manazil Al Mukhtara Indo telah memiliki sertifikat standar angkutan udara dalam negeri dan luar negeri sebagai syarat awal pendirian badan usaha.

"PT Manazil Al Mukhtara Indo telah memiliki Sertifikat Standar Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri dan Luar Negeri dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 51101 dan 51103 sebagai bagian dari persyaratan awal pendirian badan usaha," kata Lukman.

[Gambas:Video CNN]

(fln/sfr)

Read Entire Article
| | | |