Punch si Bayi Monyet Jepang Viral di Medsos, Ahli Ungkap Fakta Pilu

2 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Kisah Punch, bayi monyet Jepang, mendadak viral di media sosial. Ibunya menelantarkan Punch sejak ia lahir, yang membuatnya mencari keamanan dan kenyamanan pada sebuah boneka orangutan.

Ahli primata mengatakan bahwa pada akhirnya Punch tetap membutuhkan sosok ibu yang hidup dan penuh kasih sayang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Michael Stern, ahli primatologi lulusan Universitas Harvard, menjelaskan bahwa setiap primata membutuhkan sesuatu untuk dicintai saat masih bayi sama seperti manusia.

Secara ilmiah telah terbukti bahwa hampir semua mamalia memiliki emosi dasar yang serupa dengan manusia, sehingga setiap bayi membutuhkan objek untuk menyalurkan kasih sayang mereka. Ia mengaku merasa sedih melihat Punch hanya memiliki boneka sebagai sumber kenyamanan.

"Bagi saya, agak sedih bawa yang dia memiliki hanyalah boneka binatang itu," kata Michael, melansir TMZ, Sabtu (21/2).

Ia juga menekankan pentingnya bayi primata dibesarkan oleh induknya di lingkungan alami, karena rangsangan emosional dan sosial dari ibu tidak dapat sepenuhnya digantikan oleh manusia ataupun mainan.

Menurut dia, meski banyak orang merasa iba saat melihat Punch berlari ke boneka untuk mencari kenyamanan, keberadaannya di dalam kelompok sosial monyet tetap akan membantu proses adaptasinya seiring waktu.

"Saya pikir orang-orang benar merasa sedikit sedih ketika melihatnya berlari ke boneka binatang untuk mencari kenyamanan," ujar Stern.

Ketika menanggapi tokoh publik seperti Andrew Tate dan Tristan Tate yang secara terbuka menawarkan untuk membeli Punch dari kebun binatang, Stern mengatakan bahwa situasi ini tidak sepenuhnya bisa disalahkan pada pihak kebun binatang.

Namun, ia menilai ada cara lain bagi individu yang peduli untuk menunjukkan komitmen nyata terhadap kesejahteraan hewan.

Ia juga mengingatkan para penggemar Punch bahwa video yang ditonton secara online mungkin hanya memberikan emosi sesaat bagi manusia, tetapi bagi hewan tersebut, itu adalah seluruh hidup mereka. Karena itu, masyarakat diharapkan turut berperan dalam mendukung kesejahteraan satwa.

Michael turut menyoroti kondisi lingkungan tempat monyet-monyet tersebut hidup, yang didominasi permukaan beton dengan sedikit rumput atau pohon untuk dipanjat. Ia mengajak publik untuk melihat persoalan ini secara lebih luas sebelum mengambil kesimpulan.

Saat ini, Michael bekerja bersama New Nature Foundation, sebuah organisasi yang berupaya menghentikan deforestasi di Afrika melalui pemanfaatan teknologi baru. Mereka yang terinspirasi oleh kisah Punch dapat berkontribusi dengan memberikan dukungan terhadap upaya pelestarian tersebut.

(wpj/dmi)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |