Jakarta, CNN Indonesia --
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa akan menambah anggaran untuk Satuan Tugas Percepatan Pembangunan Jembatan (Satgas Jembatan) menjadi Rp3 triliun sebagai bagian penanganan pasca bencana di Sumatra.
Pernyataan itu Purbaya sampaikan dalam Rapat Koordinasi Satuan Tugas Pemulihan Bencana DPR dengan pemerintah pada hari ini, Sabtu (10/1).
"Kita alokasikan Pak, (anggaran) Rp1 triliun ke Satgas Jembatan. Terus kemarin di Hambalang ada perintah ditambah Rp2 triliun," ujar Purbaya dalam rapat yang disiarkan kanal YouTube DPR RI.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Satgas Jembatan punya alokasi dana, kalau sekarang, Rp3 triliun. Kalau enggak beres juga jembatan di sana keterlaluan," sambungnya.
Hambalang yang Purbaya maksud adalah lokasi pertemuan bersama (retret) pimpinan kementerian/ lembaga dengan Presiden Indonesia Prabowo Subianto untuk mengevaluasi kinerja dan program di Kabinet Merah Putih. Rapat ini berlangsung pada 6 Januari lalu.
Pemerintah juga membicarakan soal pemulihan pasca bencana banjir dan longsor di Sumatra serta wilayah lain di Indonesia dalam retret tersebut.
Mensesneg Prasetyo Hadi menyebutkan 11 jembatan gantung telah dibangun dalam sebulan. Kemudian, sebanyak 50 jembatan gantung sedang dalam proses pembangunan dan ditargetkan selesai 2026.
"Sedang dalam proses 50, dan terus akan kita kejar di tahun 2026, yang sangat urgent tadi dilaporkan kurang lebih sekitar 6.900 jembatan," ujar Prasetyo seperti dikutip Detik pada Selasa (6/1) lalu.
Prabowo berulang kali meminta percepatan pembangunan jembatan di berbagai daerah terpencil.
Ia sampai membentuk Satuan Tugas Percepatan Pembangunan Jembatan (Satgas Jembatan) untuk merealisasikan salah satu program prioritas utama pemerintah ini.
Menurut Prabowo, jembatan-jembatan tersebut dibangun untuk memastikan warga terutama anak-anak bisa mendapat akses pendidikan aman di seluruh Indonesia.
(ans/sfr)


















































