Jakarta, CNN Indonesia --
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa berencana melakukan efisiensi pada program Makan Bergizi Gratis (MBG), tanpa memangkas anggaran. Caranya, dengan mencoret anggaran yang tidak produktif.
Menurut Purbaya, anggaran yang dianggap tidak produktif adalah belanja yang tidak berhubungan dengan kebutuhan utama program tersebut. Ia mencontohkan, usulan pengadaan kendaraan yang diajukan berulang kali akan dicoret.
"MBG enggak akan dipotong kecuali yang tidak produktif. Itu bagaimana? Kita lihat saja. Kalau dia ngajuin beli motor lagi, coret. Beli komputer lagi, coret. (Kebutuhan) yang enggak perlu, yang enggak berhubungan dengan makanan (akan dicoret, red)," katanya di Pasar Tanah Abang Blok A, Jakarta Pusat, Senin (9/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menegaskan pemerintah ingin program MBG dijalankan secara efektif dan efisien.
"MBG enggak kita potong anggarannya, tapi kita pastikan yang belanjakan betul-betul efektif dan efisien," ujar Purbaya.
Keterangan tersebut disampaikan Purbaya setelah ia meninjau Pasar Tanah Abang. Kunjungan ini dilakukan untuk melihat kondisi daya beli masyarakat di tengah berbagai pandangan yang menyebut ekonomi Indonesia sedang melemah.
Purbaya ingin melihat langsung kondisi di lapangan setelah sejumlah ekonom menilai daya beli masyarakat melemah dan pasar tradisional tampak sepi. Padahal, berdasarkan data yang dimilikinya, kondisi yang terjadi justru menunjukkan sebaliknya.
Sebelumnya, Fitch Rating merevisi outlook peringkat utang Indonesia menjadi negatif dari sebelumnya stabil. Sedangkan, peringkat utang jangka panjang Indonesia di level BBB atau masih kategori layak investasi (investment grade).
Salah satu pertimbangan lembaga untuk memangkas outlook Indonesia terkait dengan program pemerintah, yakni MBG. Lembaga tersebut memproyeksikan defisit anggaran 2026 sebesar 2,9 persen PDB, lebih tinggi dari target pemerintah 2,7 persen.
Tekanan belanja diperkirakan meningkat, termasuk untuk program makan bergizi gratis (MBG) yang nilainya diperkirakan mencapai 1,3 persen PDB.
Sementara itu, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengumumkan anggaran program makan bergizi gratis (MBG) hingga 31 Desember 2025, sudah terserap terserap Rp51,5 triliun. Angka tersebut setara 72,5 persen dari total alokasi anggaran MBG sebesar Rp71 triliun tahun lalu.
(ins)


















































