Jakarta, CNN Indonesia --
Indonesia mengecam keras tindakan Israel yang menghancurkan fasilitas milik Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) di Yerusalem Timur.
"Indonesia mengecam keras penghancuran fasilitas UNRWA oleh Israel pada 20 Januari 2026 di Yerusalem Timur. Tindakan ini merupakan pelanggaran serius terhadap kekebalan dan imunitas UNRWA," demikian pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri RI.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pernyataan tersebut, Kemlu RI menekankan bahwa Mahkamah Internasional dalam Pendapat Penasihat pada 22 Oktober 2025 menyatakan Israel wajib mendukung keberadaan PBB di Wilayah Palestina yang diduduki. Hal ini termasuk UNRWA sebagai lembaga kemanusiaan penting.
"Israel harus menghormati keistimewaan dan kekebalan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sesuai hukum internasional," tulis pernyataan tersebut.
Kemlu RI menambahkan bahwa aturan nasional yang menunda kinerja UNRWA dalam menyalurkan bantuan kemanusiaan di Palestina bertentangan dengan kewajiban internasional Israel.
"Penerapan aturan nasional atau undang-undang yang menunda atau menghalangi kinerja UNRWA dalam memberikan bantuan kemanusiaan di wilayah Palestina yang Diduduki bertentangan dengan kewajiban internasional Israel, terutama menurut Piagam PBB dan Konvensi Hak Istimewa dan Kekebalan PBB," jelas pernyataan tersebut.
Indonesia juga mendesak Israel menghormati hukum humaniter dan hukum internasional, serta memastikan fasilitas dan personel PBB terlindungi.
Israel menghancurkan sejumlah bangunan di kompleks kantor pusat Badan PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA) di Yerusalem Timur menggunakan buldoser.
Langkah ini dilakukan Israel untuk memperketat tindakan terhadap organisasi kemanusiaan, yang memberikan bantuan kepada warga Palestina di Gaza.
UNRWA menyatakan bahwa pasukan Israel telah menyita peralatan milik staf serta memaksa mereka keluar dari markas di kawasan Sheikh Jarrah.
Di hari yang sama dalam penghancuran kantor UNRWA, pasukan Israel menembakkan gas air mata ke sebuah sekolah kejuruan Palestina, dalam insiden kedua yang menargetkan fasilitas PBB di Yerusalem Timur yang diduduki.
(rnp/dna)

















































