Jakarta, CNN Indonesia --
Nilai tukar rupiah berada di level Rp17.912 per dolar AS pada perdagangan Rabu (10/6) pagi. Mata uang Garuda menguat 146 poin atau 0,81 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Di kawasan Asia, pergerakan mata uang bervariasi terhadap dolar AS. Mata uang yang menguat antara lain won Korea Selatan 0,50 persen dan dolar Hong Kong 0,01 persen.
Sementara itu, yuan China melemah 0,01 persen, peso Filipina turun 0,01 persen, ringgit Malaysia terdepresiasi 0,15 persen, dolar Singapura melemah 0,07 persen, dan yen Jepang terkoreksi 0,01 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pergerakan serupa juga terjadi pada mata uang negara maju. Euro Eropa turun 0,03 persen, poundsterling Inggris melemah 0,03 persen, dolar Australia terkoreksi 0,04 persen, dolar Kanada melemah 0,01 persen, dan franc Swiss turun 0,14 persen terhadap dolar AS.
Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan rupiah masih berpeluang melanjutkan penguatan terhadap dolar AS setelah Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan dan memutuskan menggelar rapat mingguan untuk memantau perkembangan pasar.
Menurutnya, langkah tersebut memunculkan ekspektasi bahwa BI masih akan bersikap agresif dalam kebijakan moneternya ke depan guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
"Rupiah diperkirakan masih berpotensi menguat terhadap dolar AS menyusul langkah BI menaikkan suku bunga serta menjadwalkan rapat mingguan yang memicu harapan BI masih akan agresif menaikkan suku bunga ke depannya. Langkah pemerintah menaikkan harga Pertamax juga positif bagi rupiah," ujarnya kepada CNNIndonesia.com.
Meski demikian, Lukman mengingatkan penguatan rupiah berpotensi terbatas seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga minyak mentah dunia.
"Namun, eskalasi di Timur Tengah belakangan ini dan kenaikan harga minyak mentah dunia mungkin akan membatasi penguatan rupiah," katanya.
Ia memperkirakan rupiah bergerak di kisaran Rp17.900 hingga Rp18.100 per dolar AS pada perdagangan hari ini.
(lau/ins)
Add
as a preferred source on Google


















































