Said Abdullah Minta Agrinas Batalkan Impor 105 Ribu Mobil Niaga

3 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah meminta agar PT Agrinas Pangan Nusantara (Agrinas) membatalkan rencana impor 105 ribu mobil niaga dari India.

Said menilai rencana itu berpotensi melemahkan industri otomotif nasional, dan tidak sejalan dengan upaya memperkuat perekonomian domestik. Terlebih, pembelian akan menggunakan anggaran pendapatan belanja negara (APBN) dan bersifat multiyears.

Ia mengingatkan, setiap belanja negara harus dihitung manfaat ekonominya bagi industri dan tenaga kerja dalam negeri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Aksi korporasi dari dana APBN ini perlu dipikirkan ulang," kata Said.

Said menyebut, Presiden Prabowo telah mencanangkan sejumlah program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) untuk mendorong ekonomi desa dan memperkuat rantai pasok domestik. Karena itu, kebijakan BUMN seharusnya selaras dengan arah tersebut.

Menurutnya, rencana impor 105 ribu mobil niaga mencerminkan belum ada sinkronisasi upaya penguatan industri dalam negeri.

Secara khusus, Said menyoroti kinerja sektor manufaktur yang dalam beberapa tahun terakhir tumbuh di bawah pertumbuhan produk domestik bruto (PDB). Padahal, sektor manufaktur diyakini strategis untuk mengembangkan hilirisasi sumber daya alam sekaligus menyerap tenaga kerja.

Selain soal angka pengangguran sarjana yang mencapai lebih dari satu juta orang, Said juga menyinggung perhitungan lembaga Center of Economic and Law Studies (Celios) yang menyebutkan potensi dampak ekonomi dari rencana impor itu, mulai potensi penggerusan PDB hingga Rp39,29 triliun, penurunan pendapatan masyarakat Rp39 triliun, hingga penurunan surplus industri otomotif hingga Rp21,67 triliun.

Ada pula potensi pengurangan pendapatan tenaga kerja di seluruh rantai pasok industri otomotif, yang diperkirakan bisa mencapai Rp17,39 triliun, dan menekan penerimaan pajak bersih hingga Rp240 miliar.

Lebih jauh, Said mempertanyakan komunikasi PT Agrinas dengan produsen otomotif dalam negeri maupun Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo). Ia mencatat, jumlah 105 ribu unit itu hampir setara produksi mobil niaga dalam satu tahun.

"Jika pengadaan dilakukan di dalam negeri, itu bisa membangkitkan industri otomotif, menyerap tenaga kerja, dan menciptakan efek berganda bagi ekonomi," katanya.

Said juga menyinggung aspek layanan purna jual, ketersediaan suku cadang, dan jaringan bengkel yang semestinya jadi pertimbangan. Ia menyebut, harga beli yang lebih murah belum tentu efisien jika biaya jangka panjang lebih tinggi.

Said menegaskan, pertimbangan strategis bukan hanya soal harga, melainkan apakah kebijakan tersebut memperkuat rantai pasok industri nasional.

"Lebih bijak jika langkah ini bukan hanya dipikir ulang, tetapi dibatalkan," pungkas Said.

(rea/rir)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |