CNN Indonesia
Minggu, 02 Agu 2026 18:40 WIB
Ilustrasi. Kota Samarinda. (Foto: Signify)
Jakarta, CNN Indonesia --
Di tengah pesatnya pembangunan perkotaan, Pemerintah Kota Samarinda terus berupaya menjaga jejak sejarahnya. Salah satu langkah yang dilakukan adalah melestarikan 17 situs cagar budaya sebagai upaya memperkuat identitas kota sekaligus mewariskan nilai sejarah kepada generasi mendatang.
Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Samarinda, Barlin Hady Kusuma, mengatakan pelestarian berbagai situs bersejarah menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah dalam menjaga memori kolektif masyarakat.
"Pelestarian 17 situs cagar budaya, termasuk Masjid Shiratal Mustaqim, Kelenteng Thien Ie Kong, Monumen Kebangkitan Nasional, dan Makam La Mohang Daeng Mangkona, tetap menjadi salah satu prioritas kami dalam menjaga memori kolektif masyarakat," kata Barlin di Samarinda, Minggu (2/8) mengutip Antara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya dipertahankan sebagai peninggalan sejarah, sejumlah situs tersebut juga dikembangkan menjadi ruang publik alternatif yang memiliki nilai edukatif. Lokasi-lokasi bersejarah itu diharapkan dapat menjadi sarana pembelajaran bagi pelajar maupun masyarakat umum untuk mengenal sejarah daerah.
Menurut Barlin, pengelolaan cagar budaya sejalan dengan visi jangka panjang Pemerintah Kota Samarinda untuk membangun kota sebagai pusat peradaban yang maju dengan identitas budaya yang kuat.
Pemerintah juga ingin mendorong generasi muda memanfaatkan kawasan cagar budaya sebagai ruang belajar sejarah sekaligus wadah berekspresi melalui berbagai kegiatan seni dan budaya.
Upaya pelestarian tidak hanya dilakukan melalui konservasi fisik bangunan dan situs bersejarah. Pemerintah daerah juga memperkuat regulasi lokal guna melindungi kawasan bersejarah dari tekanan alih fungsi lahan yang semakin masif.
Selain itu, kolaborasi dengan ratusan sanggar seni dan komunitas budaya terus diperluas untuk menghidupkan kembali kawasan bersejarah yang menjadi destinasi wisata budaya di Samarinda.
"Jika situs-situs bersejarah terawat dengan baik, pengunjung dapat memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai sejarah kota saat berkunjung ke Samarinda," ujar Barlin.
Tak hanya cagar budaya fisik
Selain melestarikan cagar budaya berwujud, Pemerintah Kota Samarinda juga aktif mendorong pencatatan berbagai warisan budaya tak benda ke tingkat nasional. Di sisi lain, museum kota terus memperluas program digitalisasi koleksi serta rutin menggelar pameran yang menampilkan ratusan artefak bersejarah agar lebih mudah diakses masyarakat.
Barlin menilai integrasi antara situs cagar budaya, museum, dan festival seni tahunan terbukti mampu meningkatkan rasa bangga masyarakat terhadap warisan budaya daerah.
Pemerintah kota juga mengalokasikan program peningkatan kapasitas secara berkelanjutan bagi para seniman dan pelaku budaya. Langkah ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem pelestarian budaya yang mandiri sekaligus menjaga tradisi lokal tetap hidup.
Menurut Barlin, upaya pelestarian yang dilakukan secara menyeluruh tidak hanya memperkuat daya tarik wisata Samarinda, tetapi juga berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Ia pun mengajak seluruh masyarakat ikut menjaga situs-situs bersejarah agar identitas Kota Samarinda tetap lestari dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang.
(tis/tis)


















































