SEA Games 2025 dan Bukti Nyata Pembinaan Atlet Indonesia

16 hours ago 4

Agung Baskoro

Pengamat Politik, Direktur Eksekutif Trias Politika

Catatan: Artikel ini merupakan opini pribadi penulis dan tidak mencerminkan pandangan Redaksi

CNNIndonesia.com

Jakarta, CNN Indonesia --

Publik baru saja disajikan apresiasi pemerintah terhadap para pahlawan-pahlawan bangsa di bidang olahraga, yang pulang berjuang di medan pertempuran SEA Games 2025 Thailand. Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto langsung mengguyur bonus para pejuang olahraga itu di Istana Negara. Tak tanggung-tanggung, peraih medali emas kategori tunggal mendapat bonus Rp1 miliar.

Di tengah berbagai kritik dan sorotan terhadap pemerintah, pencapaian kontingen Indonesia di ajang ini menunjukkan bahwa pembinaan atlet yang dilakukan selama ini tidak berjalan sia-sia dan patut diapresiasi.

Indonesia sukses menempati peringkat kedua klasemen akhir SEA Games 2025 dengan raihan 91 emas, 112 perak, dan 130 perunggu. Angka ini bukan sekadar statistik, tetapi cerminan dari kerja panjang, disiplin, dan keseriusan negara dalam menyiapkan atlet-atlet terbaiknya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apresiasi Presiden Prabowo Subianto kepada para atlet juga patut dicatat. Pernyataan bahwa para atlet telah menjaga kehormatan bangsa dan negara bukanlah basa-basi. Dalam arena olahraga, terutama ajang multievent seperti SEA Games, para atlet memang menjadi 'duta' yang membawa nama Indonesia di mata dunia. Saat bendera Merah Putih berkibar dan lagu Indonesia Raya berkumandang, di situlah rasa bangga nasional menemukan momentumnya.

Keberhasilan ini tidak muncul tiba-tiba. Pemerintah terlihat konsisten dalam membangun sistem pembinaan atlet, mulai dari usia dini, pelatnas yang lebih terarah, hingga dukungan fasilitas dan pendanaan. Bonus yang diberikan kepada para peraih medali juga menunjukkan keseriusan negara dalam menghargai jerih payah atlet.

Bonus Rp1 miliar untuk emas kategori tunggal, Rp500 juta per orang untuk beregu, serta ratusan juta rupiah untuk peraih perak dan perunggu bukan hanya soal angka, tetapi bentuk pengakuan bahwa prestasi olahraga adalah profesi yang layak dihargai secara layak. Konon, bonus atlet Indonesia ini menjadi yang tertinggi dibanding negara-negara peserta SEA Games 2025 lainnya.

Namun yang menarik, apresiasi negara tidak berhenti pada bonus semata. Contoh nyata adalah kebijakan menaikkan pangkat atau memberikan jaminan masa depan bagi atlet berprestasi, seperti yang dialami oleh lifter Rizki Juniansyah.

Prestasinya meraih emas sekaligus memecahkan rekor dunia tidak hanya dicatat dalam sejarah olahraga, tetapi juga berdampak langsung pada peningkatan derajat hidupnya. Ini penting, karena selama bertahun-tahun atlet sering dihantui kekhawatiran tentang masa depan setelah pensiun. Ketika negara hadir memberi jaminan, atlet bisa bertanding dengan lebih tenang dan fokus.

Selain itu, langkah pemerintah menggandeng BUMN dan pihak swasta dalam pembinaan atlet juga merupakan strategi yang cerdas. Olahraga modern membutuhkan ekosistem yang kuat, tidak bisa hanya mengandalkan APBN. Kolaborasi ini membuka ruang profesionalisme, transfer pengetahuan, hingga dukungan teknologi dan sport science yang semakin dibutuhkan. Dengan keterlibatan banyak pihak, pembinaan atlet menjadi lebih berkelanjutan dan tidak bergantung pada satu sumber saja.

Meski demikian, keberhasilan di SEA Games seharusnya tidak membuat pemerintah cepat berpuas diri. Tantangan ke depan justru lebih besar. Level kompetisi Asia dan Olimpiade memiliki standar yang jauh lebih tinggi, baik dari sisi kualitas atlet, teknologi latihan, hingga manajemen tim. Pemerintah perlu mulai memetakan cabang olahraga unggulan yang benar-benar berpotensi bersaing di Asia dan dunia, lalu memfokuskan pembinaan secara lebih mendalam dan jangka panjang.

Tidak hanya itu, yang tak kalah penting adalah penguatan sport science dan pelatih berkualitas internasional.

Banyak negara Asia yang sukses di Olimpiade karena serius berinvestasi pada riset olahraga, data performa atlet, nutrisi, hingga pemulihan cedera. Selain itu, regenerasi atlet juga harus dijaga agar prestasi tidak bersifat musiman. Pembinaan di daerah, kompetisi berjenjang, dan kesejahteraan pelatih akar rumput perlu terus ditingkatkan.

SEA Games 2025 telah memberi bukti bahwa pemerintah berada di jalur yang cukup tepat dalam pembinaan atlet. Tinggal bagaimana keberhasilan ini dijadikan fondasi untuk melompat lebih tinggi. Jika konsistensi, keberpihakan kebijakan, dan kolaborasi lintas sektor terus dijaga, bukan mustahil Indonesia semakin diperhitungkan, tidak hanya di Asia Tenggara, tetapi juga di panggung Asia dan Olimpiade.

(sur)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |