Sempat Adu Mulut, SK Keraton Solo Akhirnya Diserahkan ke Tedjowulan

2 hours ago 3

Solo, CNN Indonesia --

Menteri Kebudayaan Fadli Zon akhirnya resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) nomor 8 tahun 2026 kepada Kanjeng Gusti Panembahan Agung (KG-PA) Tedjowulan.

Penyerahan SK tersebut sempat tertunda karena kubu SISKS Pakubuwana (PB) XIV Purbaya memprotes acara tersebut. Di tengah acara, Kakak tertua PB XIV Purbaya, GKR Panembahan Timoer Rumbai tiba-tiba mengambil mikrofon dan menyampaikan keberatannya atas SK tersebut.

"Untuk kepemimpinan Keraton saat ini pelaksananya Panembahan Agung Tedjowulan," kata Fadli Zon

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

SK tersebut menetapkan Gusti Tedjo, sapaan akrab Tedjowulan sebagai Pelaksana Pelindungan, Pengembangan, dan/atau Pemanfaatan Kawasan Cagar Budaya Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat sebagai Cagar Budaya Peringkat Nasional.

"Semacam ee penanggung jawab gitu ya, supaya Kalau kita menghibahkan dana gitu kan jelas kepada siapa," kata dia.

Apalagi sampai saat ini dua anak laki-laki mendiang SISKS Pakubuwana XIII sama-sama mengklaim sebagai penerus tahta kerajaan. Di sisi lain, pelestarian budaya dan bangunan Keraton Surakarta harus terus berjalan.

Fadli Zon mengatakan Pemerintah perlu segera menunjuk penanggung jawab atas pelestarian Keraton.

"Kalau enggak, Pemerintah tidak bisa memberikan bantuan. Nanti pemerintah juga yang disalahkan," kata dia.

Selain sebagai penanggung jawab, Gusti Tedjo juga dipercaya Fadli Zon untuk menengahi dua kubu yang tengah berebut klaim penguasa sah Keraton Surakarta.

"Terkait dengan musyawarah mufakat (soal pewaris tahta), nanti beliau (Tedjowulan) akan mengundang semua kerabat untuk duduk bersama," kata dia.

Acara penyerahan tersebut sempat diwarnai adu mulut antara dua kubu Keraton yang tengah berebut tahta kerajaan. Kubu SISKS Pakubuwana XIV Purbaya menolak adanya SK tersebut. Mereka merasa tidak dilibatkan dalam penetapan Gusti Tedjo sebagai penerima mandat dari Kemenbud.

Acara serah terima SK yang sedianya digelar di Sasana Parasdya akhirnya dihentikan. Fadli Zon lalu meninjau Kawasan Keraton Surakarta yang membutuhkan renovasi besar-besaran, terutama di Kompleks Keputren.

Usai peninjauan, Fadli Zon lalu menyerahkan SK Menteri Kebudayaan nomor 8 tahun 2026 tersebut kepada Tedjowulan di Sasana Hadrawina.

"Sebenarnya SK ini sudah kita serahkan beberapa hari yang lalu di Jakarta. Ini cuma formalitas saja, supaya ada foto yang bagus," kelakar Fadli Zon.

Gusti Tedjo buka suara

Sementara itu, Gusti Tedjo menyatakan siap melaksanakan tugas dari Kementerian Kebudayaan terkait pelestarian dan pemanfaatan Keraton Surakarta.

"Keputusan penetapan penunjukan kepada kami ini merupakan mandat yang sangat besar dari negara untuk menyelamatkan, melestarikan, dan memajukan Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningat," kata Tedjowulan.

Ia pun mengajak semua pihak di internal Keraton Surakarta untuk memanfaatkan perhatian dari Pemerintah tersebut sebagai momen untuk bersatu.

"Khusus kepada Keluarga Besar Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, kami mengajak untuk mensyukuri perhatian besar dari pemerintah ini sebagai momentum untuk kembali bersatu dan benar-benar menyatu sebagai keluarga besar," kata Tedjowulan.

Ia juga mengingatkan Keraton Surakarta sudah berkonflik sejak SISKS Pakubuwana XII wafat tahun 2004 silam.

"Kita memiliki pengalaman panjang di masa lalu yang dapat kita jadikan pelajaran sangat berharga untuk melanjutkan perjalanan panjang di masa depan," kata dia.

(syd/dal)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |