Jakarta, CNN Indonesia --
Pengadilan Militer II-08 Jakarta menjadwalkan sidang perdana kasus dugaan penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, pada Rabu, 29 April 2026 mendatang.
Kepala Pengadilan Militer (Kadilmil) II-08 Jakarta, Kolonel Chk Fredy Ferdian Isnartanto, mengonfirmasi bahwa seluruh berkas telah diterima untuk diteliti lebih lanjut sebelum persidangan dimulai.
"Kita akan gelar di Rabu, sidang perdana, Rabu tanggal 29 April 2026. Nah itu agendanya pembacaan surat dakwaan," ujar Fredy di Pengadilan Militer II-08 Jakarta, Jakarta Timur, Kamis (16/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepastian ini menyusul telah diterimanya pelimpahan berkas perkara dari Oditurat Militer II-07 Jakarta, hari ini, Kamis (16/4).
"Bahwa benar hari ini tanggal 16 April 2026 Pengadilan Militer II-08 Jakarta telah menerima pelimpahan berkas perkara dari Oditur Militer II-07 Jakarta," ujar Fredy.
Fredy menjelaskan bahwa proses pendaftaran perkara akan dilakukan segera setelah pemeriksaan syarat formil dan materiil berkas dinyatakan tuntas oleh tim pengadilan.
"Besok kami sudah melakukan register perkara. Setelah diregister, kami punya SOP untuk menggelar sidang," ucap Fredy.
Persidangan ini dipastikan akan menghadirkan langsung empat orang terdakwa yang terdiri dari tiga perwira dan satu bintara, yaitu Kapten NDP, Letnan Satu BHW, Letnan Satu SL, dan Sersan Dua ES.
Mereka bertugas di satuan Detasemen Markas Badan Intelijen Strategis (Denma BAIS) TNI yang berasal dari Angkatan Laut dan Angkatan Udara.
"Untuk terdakwa pasti dihadirkan nanti pada saat sidang pertama dan wajib hadir," tegas Fredy.
*Sidang Digelar Terbuka*
Mengingat tingginya perhatian publik terhadap kasus ini, Fredy menjamin bahwa jalannya persidangan akan berlangsung secara transparan dan terbuka untuk umum.
"Karena tidak berkenaan dengan kesusilaan, tidak berkenan dengan anak, tidak berkenaan dengan rahasia negara. Sehingga terbuka, 29 April Pengadilan Militer terbuka untuk umum," ujar Fredy.
Pihak pengadilan bahkan berencana menyiapkan sarana pendukung agar masyarakat dan media dapat memantau jalannya sidang dengan jelas.
"Nanti kita juga akan pasang layar untuk mewadahi rekan-rekan media terutama dan masyarakat yang ini menyaksikan," jelas Fredy.
Andrie Yunus menjadi korban penyiraman air keras pada Kamis (12/3) malam. Insiden tersebut terjadi usai Andrie Yunus menghadiri acara podcast berjudul "Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia" di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), sekitar pukul 23.00 WIB.
(kna/ugo)
Add
as a preferred source on Google


















































