Siklon Tropis Nokaen dan Bibit 96S-97S Aktif, Waspada Cuaca Ekstrem

3 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap saat ini ada satu siklon tropis dan dua bibit siklon yang berpotensi memicu cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia. Simak peringatan BMKG.

Menurut BMKG, hasil monitor Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta, per Jumat (16/1), mengungkap Siklon Tropis Nokaen berada di Laut Filipina sebelah utara Maluku Utara, tepatnya di 11,2 derajat LU 128,9 BT dengan kecepatan angin maksimum 35 knot atau 65 km/jam dengan tekanan udara minimum 1000 hPa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Siklon ini tumbuh dari Bibit Siklon Tropis 91W sejak 15 Januari pukul 13.00 WIB. Menurut BMKG kecepatan angin maksimum Siklon Tropis Nokaen dalam 24 jam ke depan persisten pada kategori 1 dengan arah pergerakan ke arah Barat Laut menjauhi wilayah Indonesia.

Siklon ini memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca ekstrem dan perairan di wilayah Indonesia dalam 24 jam hingga 17 Januari 2026 pukul 07.00 WIB berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara.

Siklon ini juga berpotensi memicu gelombang tinggi (1,25-2,5 meter) di perairan berikut:

- Laut Sulawesi bagian timur
- Perairan Bitung
- Perairan Sangihe
- Laut Maluku
- Perairan Manokwari bagian utara
- Perairan Raja Ampat bagian utara
- Perairan Biak bagian utara
- Perairan Serui
- Perairan Kepulauan Talaud
- Samudra Pasifik utara Maluku hingga Papua

Kemudian, BMKG juga mencatat Bibit Siklon Tropis 96S berada di sekitar 15,0 derajat LS 112,0 BT di Samudra Hindia sebelah selatan Jawa Timur. Bibit siklon ini memiliki kecepatan angin maksimum 20 knot atau 37 km/jam dengan tekanan udara minimum 1002 hPa.

"Bibit Siklon Tropis 96S memiliki peluang rendah untuk menjadi siklon tropis dan bergerak ke arah Barat Daya menjauhi wilayah Indonesia dalam periode 24 jam ke depan," kata BMKG dalam informasi yang diunggah di Instagram, Jumat (16/1).

Bibit siklon ini berpotensi menimbulkan gelombang laut dengan ketinggian 1,25-2,5 meter di perairan berikut:

- Perairan Selatan Jawa Barat hingga selatan Pulau Sumba
- Selat Bali
- Selat Lombok
- Samudra Hindia Selatan DI Yogyakarta hingga NTB

Bibit siklon ini juga dapat memicu gelombang laut setinggi 2,5 hingga 4 meter di Samudra Hindia selatan Jawa Barat hingga Jawa Tengah.

Bibit siklon tropis lainnya adalah 97S, yang terpantau di Pesisir utara Australia sebelah selatan Teluk Carpentaria, dengan kecepatan angin maksimum 15 knot (28 km/jam) dan tekanan udara minimum 1009 hPa.

Bibit siklon ini berpeluang rendah untuk menjadi siklon tropis dan bergerak ke arah barat, menjauhi wilayah Indonesia dalam periode 24 jam ke depan.

Sistem ini menimbulkan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di Maluku bagian Tenggara dan Papua Selatan.

Bibit siklon ini juga dapat memicu gelombang laut setinggi 1,25 hingga 2,5 meter di Laut Sawu dan Samudra Hindia selatan NTB.

BMKG juga memperingatkan bahwa Bibit Siklon Tropis 97S berpotensi menimbulkan gelombang laut setinggi 2,5 hingga 4 meter di perairan berikut:

- Laut Banda bagian selatan
- Perairan Kepulauan Babar dan Kepulauan Tanimbar
- Perairan Kepulauan Kei dan Kepulauan Aur
- Perairan Kupang
- Samudra Hindia selatan NTT
- Laut Arafuru

"Masyarakat pesisir dan pelayaran di wilayah terdampak diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi," imbau BMKG.

(dmi/dmi)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |