Jakarta, CNN Indonesia --
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF menyalurkan pendanaan kepada lembaga penyalur pembiayaan perumahan senilai Rp20,88 triliun sepanjang 2025 kemarin.
Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo menyebut realisasi pendanaan itu meningkat dibandingkan 2024 yang hanya Rp17,01 triliun.
Nah, untuk mendukung penyaluran tersebut, total pendanaan yang diterima Perseroan sepanjang tahun 2025 mencapai Rp10,6 triliun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Capaian ini semakin diperkuat dengan kepercayaan lembaga pemeringkat internasional dan domestik. SMF memperoleh peringkat BBB dari S&P Global, id(AAA) dari Pefindo, serta AAA(idn) dari Fitch Ratings.
"Peringkat tersebut mencerminkan kemauan dan kemampuan SMF dalam memenuhi kewajiban finansial secara tepat waktu, sekaligus menunjukkan dukungan kuat Pemerintah terhadap peran SMF sebagai alat fiskal dalam sektor pembiayaan perumahan," kata Ananta Wiyogo di Jakarta, Rabu (4/3) seperti dikutip dari Antara.
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF terus memperkuat perannya sebagai liquidity provider dalam ekosistem pembiayaan perumahan nasional.
Ananta menyampaikan bahwa peran SMF sebagai special mission vehicle Kementerian Keuangan terus diperkuat untuk menjaga keberlanjutan pembiayaan perumahan nasional.
"Sebagai alat fiskal Pemerintah, SMF memastikan setiap Penyertaan Modal Negara (PMN) yang diterima dapat dimanfaatkan secara optimal melalui skema leverage yang prudent dan terukur. Hal ini menjadi bentuk tanggung jawab kami dalam mendukung akses dan keterjangkauan pembiayaan perumahan secara berkelanjutan," katanya.
Ke depan, SMF terus mengoptimalkan peran strategis melalui berbagai inisiatif. Langkah tersebut antara lain mencakup sosialisasi surat utang SMF sebagai underlying instrumen Repo Bank Indonesia guna memperkuat likuiditas pasar, optimalisasi peran SMF Research Institute (SRI) dalam mendukung kebijakan sektor perumahan, serta penyediaan dana jangka panjang melalui inovasi produk keuangan yang berkelanjutan.
"Pada tahun 2026, kami akan terus mengakselerasi peran strategis SMF dalam membangun sektor pembiayaan perumahan yang tangguh, adaptif, dan berkelanjutan, sejalan dengan program Pemerintah untuk memastikan akses hunian yang layak bagi seluruh masyarakat Indonesia," ujar Ananta.
Di tengah dinamika ekonomi dan perubahan kondisi likuiditas perbankan, SMF tetap mampu menjaga kinerja keuangan secara solid.
Hingga Desember 2025, total aset Perseroan tercatat sebesar Rp66,814 triliun, tumbuh 15 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Laba bersih juga meningkat menjadi Rp565 miliar atau meningkat 5 persen dibandingkan Desember 2024.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko SMF Bonai Subiakto menegaskan bahwa pertumbuhan tersebut mencerminkan ketahanan model bisnis SMF yang berbasis tata kelola dan manajemen risiko yang kuat.
"Laporan Keuangan Tahun 2025 telah diaudit oleh Lembaga Audit Eksternal Independen dengan opini 'wajar, dalam semua hal yang material'. Capaian ini menunjukkan komitmen Perseroan dalam menjaga transparansi, akuntabilitas, serta pengelolaan risiko yang prudent di tengah dinamika ekonomi," ujar Bonai.

















































