Jakarta, CNN Indonesia --
Sertifikasi memegang peranan penting dalam mendorong keberlanjutan sektor kelapa sawit, terutama karena menjadi salah satu prasyarat utama bagi petani kelapa sawit untuk memasuki pasar global.
Menyadari tantangan tersebut, Program Smallholder Inclusion for Better Livelihood & Empowerment (SMILE) dikembangkan sebagai upaya untuk mendampingi petani dalam memenuhi standar sertifikasi internasional seperti Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO), sekaligus meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup mereka secara berkelanjutan.
Program ini merupakan inisiatif bersama yang diluncurkan oleh Asian Agri, Apical, dan Kao Corporation pada 2020. Sejak diluncurkan, program SMILE telah memberikan pelatihan berharga bagi petani kelapa sawit untuk meningkatkan produktivitas, mengelola lahan secara bertanggung jawab, dan memenuhi standar keberlanjutan internasional.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga 2030, program ini menargetkan pemberdayaan 5.000 petani swadaya melalui peningkatan hasil panen, pendapatan, serta pencapaian sertifikasi RSPO. Target tersebut mulai menunjukkan hasil di lapangan, sebagaimana dirasakan langsung oleh para petani peserta program.
"Awalnya, banyak yang meragukan program ini, tetapi ketika manfaatnya mulai terlihat, semakin banyak petani yang bergabung," ujar Bambang Guntoro, Kepala Kelompok Petani Wahyu Agung.
Pengalamannya mencerminkan perubahan kepercayaan yang lebih luas saat para petani kecil mulai melihat hasil nyata.
Hal serupa diungkapkan pula oleh Eka Chandra, Kepala Kelompok Petani Perkumpulan Berkah Mulia Tani.
"Kesuksesan ini adalah kemampuan untuk terus maju dan mengatasi satu kegagalan demi kegagalan tanpa kehilangan semangat," tuturnya.
Dia menambahkan tanpa dukungan dari program SMILE, akan jauh lebih sulit bagi petani untuk tetap konsisten menghadapi setiap tantangan.
4 Kelompok Tani Bersertifikat RSPO
Dan pencapaian itu terbukti pada tahun ini.
Pada Konferensi Tahunan RSPO (RT2025) di Kuala Lumpur, Malaysia, empat kelompok petani swadaya yang tergabung di program SMILE secara resmi menerima sertifikasi RSPO pada 5 November lalu.
Konferensi Tahunan Roundtable RSPO merupakan ajang global penting yang mempertemukan para pemangku kepentingan dari seluruh rantai pasok kelapa sawit.
Sertifikasi menjadi langkah penting bagi para petani swadaya di Sumatra Utara, Riau, dan Jambi.
Empat kelompok petani kini telah meraih sertifikasi, yaitu Perkumpulan Tani Maju Badang Sepakat, Perkumpulan Asosiasi Bentang Alam, Koperasi Produsen Perkebunan Kelapa Sawit Wahyu Agung, dan Perkumpulan Berkah Mulia Tani.
Secara keseluruhan, keempat kelompok ini mewakili 1.078 petani yang mengelola total area tersertifikasi seluas 2.804 hektare.
Head of Sustainability Asian Agri Ivan Novrizaldie menekankan pentingnya kemitraan tersebut.
"Komitmen bersama terhadap petani lah yang benar-benar membuat program ini berhasil. Asian Agri memberikan pelatihan langsung tentang praktik budidaya yang baik dan membantu petani mempersiapkan diri untuk sertifikasi keberlanjutan," kata Ivan dalam keterangannya.
Dia menceritakan awalnya banyak petani yang ragu untuk bergabung dalam program ini. Namun, katanya, mereka akhirnya memahami manfaat jangka panjang dari sertifikasi RSPO usai mendapatkan sosialisasi yang konsisten.
Salah satunya adalah harga premium untuk tandan buah segar mereka, yang berpotensi meningkatkan kesejahteraan secara signifikan.
Tor Mooi See, Head of Sustainability Apical, menekankan bahwa upaya ini bersifat berkelanjutan yang akan terus berjalan bersama dengan pemangku kepentingan lainnya.
"Perjalanan ini dibentuk oleh rantai pasok yang transformatif, yang mengedepankan prinsip sirkular, inklusif, dan pertumbuhan bersama. Dengan bekerja sama erat dengan petani, kami menciptakan perubahan positif yang bertahan lama, dari lahan hingga pasar," katanya.
Berdasarkan komitmen ini, Apical akan terus mendorong penggunaan kredit RSPO dari petani dalam beberapa bulan ke depan. Ini sebagai upaya memperkuat dukungan jangka panjang bagi petani swadaya yang bersertifikasi.
Rantai pasok dan mutu
Kao Corporation menegaskan hal yang sama, menyoroti bagaimana kolaborasi melalui Program SMILE juga memperkuat fondasi praktik sourcing yang bertanggung jawab di seluruh rantai nilai.
"Kao Corporation menyambut pencapaian ini. Rantai pasok yang andal dan dapat dilacak membantu kami mempertahankan standar produk tinggi yang diharapkan pelanggan, dan kemitraan seperti Program SMILE memberi kami keyakinan untuk terus berinovasi sekaligus menghadirkan kualitas yang konsisten," ujar Terasawa Kenji, Vice President, Procurement Strategic Sourcing, Raw Materials, Global Kao Corporation.
Hingga saat ini, lebih dari 4.000 petani di Sumatra Utara, Riau, dan Jambi telah mengikuti program SMILE, dengan 2.834 di antaranya sudah menerima sertifikasi RSPO per Oktober 2025.
Program SMILE menunjukkan bagaimana kolaborasi dapat menghasilkan perubahan nyata bagi petani swadaya. Melalui pendampingan yang konsisten dan akses ke standar keberlanjutan global, petani tidak hanya meningkatkan praktik budidaya mereka, tetapi juga memperoleh peluang ekonomi yang lebih baik.
Empat kelompok petani yang meraih sertifikasi RSPO tahun ini menjadi bukti bahwa keberlanjutan dapat dicapai dari grassroot, ketika petani didukung untuk tumbuh bersama. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh para anggota kelompok, tetapi juga oleh komunitas dan lingkungan tempat mereka hidup dan bekerja.
(asa)


















































