Suku Asli Los Angeles Respons Ucapan Billie Eilish di Grammy 2026

2 hours ago 2

CNN Indonesia

Rabu, 04 Feb 2026 16:52 WIB

Suku asli yang mendiami kawasan rumah Billie Eilish buka suara setelah penyanyi itu menyinggung soal "tanah curian" dalam pidato politisnya di Grammy 2026. (REUTERS/Aude Guerrucci)Suku asli yang mendiami kawasan rumah Billie Eilish buka suara setelah penyanyi itu menyinggung soal "tanah curian" dalam pidato politisnya di Grammy 2026.

Jakarta, CNN Indonesia --

Suku asli yang mendiami kawasan rumah Billie Eilish buka suara setelah penyanyi itu menyinggung soal "tanah curian" dalam pidato politisnya kala menerima piala Song of the Year Grammy Awards 2026.

Suku Tongva, yang merupakan penduduk asli kawasan Los Angeles yang juga mencakup wilayah rumah Billie Eilish di Glandale, mengatakan penyanyi itu belum berkomunikasi apa pun dengan mereka soal rumahnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Eilish belum menghubungi suku kami secara langsung mengenai propertinya," kata juru bicara Tongva kepada Daily Mail dan diberitakan New York Post pada Selasa (3/2). "Kami menghargai ketika tokoh publik memberikan visibilitas pada sejarah sebenarnya dari negara ini."

"Kami berharap bahwa dalam diskusi selanjutnya, suku kami dapat secara eksplisit disebut untuk memastikan publik memahami bahwa wilayah Greater Los Angeles Basin tetap merupakan wilayah Gabrieleno Tongva," lanjutnya.

Suku Tongva merupakan penduduk asli Amerika yang menghuni wilayah Cekungan Los Angeles dan Kepulauan Channel California.

Mereka diyakini adalah keturunan orang-orang Uto-Aztek dari Nevada yang bermigrasi ke California Selatan sejak 3.500 tahun lalu. Pada 500 Masehi, suku ini sudah menduduki semua wilayah yang kini dikaitkan dengan mereka.

Pada 1994, negara bagian California mengakui secara resmi suku Tongva "sebagai penduduk asli Cekungan Los Angeles". Pada 2013, dilaporkan empat kelompok suku Tongva sudah diakui secara federal yang mencakup anggota sebanyak 3.900 orang.

Billie Eilish dinilai melakukan blunder setelah berpidato menyinggung sejarah Amerika Serikat soal penindasan dan perebutan tanah dari warga suku asli Amerika.

Eilish sebelumnya berpidato politis di atas panggung Grammy Awards 2026 setelah menerima piala Song of the Year berkat lagu rilisan 2024, Wildflower, pada 1 Februari 2026 malam waktu Los Angeles.

"Aku merasa sangat terhormat setiap kali berada di ruangan ini. Sebersyukur apa pun perasaanku, jujur saja aku merasa tidak perlu mengatakan apa pun selain bahwa tidak ada seorang pun yang ilegal di tanah curian," kata Billie Eilish.

Ucapan tersebut kemudian memantik komentar julid netizen yang menilai pernyataan tersebut blunder karena Billie Eilish dan abangnya, Finneas O'Connell, masing-masing memiliki rumah pribadi.

"Sementara itu, dia bersantai di... bentengnya di Hollywood Hills dengan pengawal bersenjata dan parit hak istimewa. Jika tanah itu memang dicuri, serahkan kuncinya kepada suku terdekat atau keluarga migran," kata komentator politik dan YouTuber Brandon Tatum.

"Perempuan itu benar-benar idiot. Tentu saja, jika dia benar-benar serius, maka dia akan dengan senang hati menyerahkan rumahnya di tepi pantai Malibu yang bernilai jutaan pound kepada imigran ilegal," tulis jurnalis Inggris Julia Hartley-Brewer.

[Gambas:Youtube]

"Yang mana tidak akan dia lakukan, karena itu semua hanya akting selebriti yang konyol," lanjut Hartley-Brewer.

"Billie Eilish kan punya perintah pembatasan kepada seorang pria yang secara ilegal masuk ke rumahnya," kata netizen lainnya.

Billie Eilish membeli peternakan kuda senilai US$2,3 juta di Glendale, California, ketika dia berusia 17 tahun. Rumah itu sebelumnya milik penyanyi Inggris Leona Lewis.

Sementara itu, Finneas O'Connell dilaporkan menjual rumah pantainya di pantai Malibu seharga US$5,66 juta pada 2022. Ia kemudian membeli rumah bergaya Kolonial Spanyol di Los Feliz pada 2019 dan membeli rumah di sebelahnya pada 2022 untuk membuat kompleks kecil.

(end)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |