Tak Takut Ancaman Trump, Apakah Denmark Pernah Terlibat Perang?

3 hours ago 5

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat Donald Trump terus mengancam akan mengambilalih Greenland, milik Denmark.

Bahkan Trump sudah mengirim sejumlah pesawat militer milik North American Aerospace Defense Command (NORAD) ke sana.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Melalui pernyataannya pada Senin (19/1), NORAD mengatakan pesawat-pesawat itu akan segera tiba di sebuah pangkalan militer AS di Greenland untuk "kegiatan yang telah direncanakan sejak lama."

Tapi pemerintah dan parlemen Denmark pun tidak tinggal diam. Anggota Parlemen Denmark Rasmus Jarlov memperingatkan bahwa invasi militer AS ke Greenland akan memicu perang.

Ia menegaskan bahwa Denmark memiliki kewajiban untuk mempertahankan wilayah dan melindungi puluhan ribu warganya yang menolak berada di bawah kekuasaan AS.

[Gambas:Video CNN]

"Denmark akan tetap melindungi Greenland. Jika pasukan AS sampai melakukan invasi, itu berarti perang, dan kami akan berhadapan satu sama lain," ujar Jarlov, dalam wawancara dengan CNN.

Denmark punya pengalaman berperang

Meski dikenal sebagai negara yang penduduknya paling bahagia, namun Denmark pernah terlibat dalam beberapa kali peperangan.

Misalnya saat diserang Inggris pada tahun 1801 dan 1807). Kala itu, Inggris khawatir armada Denmark yang kuat jatuh ke tangan Prancis, sehingga menyerang Denmark dua kali di Kopenhagen (1801 dan 1807) untuk merebut atau menghancurkan armadanya.

Denmark pun melawan dengan ikut bergabung dengan pasukan Napoleon dari Prancis bersama Norwegia, yang dikenal dengan Perang Kopenhagen.

Lalu pada Perang Dunia II saat Jerman menginvasi banyak negara Eropa, Denmark tak terkecuali. Lewat pertempuran singkat pada 9 April 1940, terjadi di Lundtoftbjerg, di mana sebuah pleton anti-tank Denmark bersenjatakan dua senapan 20 mm dan senapan mesin ringan telah mengambil posisi menutupi jalan.

Tembakan dari mobil lapis baja dan pesawat tempur memaksa pasukan Denmark untuk mundur, dan sepertiga darinya ditangkap.

Namun Jerman kehilangan dua mobil lapis baja dan tiga sepeda motor, sementara di sisi Denmark satu orang tewas dan satu terluka.

Setelah perang dunia usai, Denmark ikut mendirikan organisasi pakta pertahanan Atlantik Utara (NATO) pada 1949 bersama sejumlah negara.

Organisasi pertahanan ini merupakan aliansi militer berbagai negara yang terdiri atas dua negara yang berada di Amerika Utara, satu negara di Eurasia, dan 28 negara di Eropa, yang memiliki tujuan keamanan bersama.

Negara-negara NATO pernah terlibat dalam sejumlah pertempuran seperti intervensi Bosndia-Herzegovina pada 19992-2000, perang di Afganistan 2001-2004, dan intervensi ke Libya (2011) dan pasca kejatuhan rezim Saddam Husein di Irak (2011).

(imf/bac)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |