Timnas Indonesia Tak Bisa Main di Asian Games, KOI Dorong PSSI Protes

2 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari mengimbau PSSI untuk lantang menolak kebijakan Timnas Indonesia tak bisa berpartisipasi di Asian Games 2026.

"Kami mengimbau kepada PSSI supaya proaktif dan menyuarakan secara lantang [Timnas Indonesia] tidak [bisa] tampil di Asian Games 2026," kata Okto pada Jumat (13/3), dilansir dari Antara. 

Garuda Muda, sebutan Indonesia U-23, tidak bisa ambil bagian dalam Asian Games 2026 di Jepang pada Oktober mendatang karena adanya kebijakan baru dari Komite Olimpiade Asia (OCA).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada Desember 2024, OCA dan Konfederasi Sepak bola Asia (AFC) bersepakat bahwa kontestan Asian Games 2026 hanya 16 tim. Ke-16 tim ini adalah yang tampil dalam Piala Asia U-23 2025.

Masalahnya, ketetapan perubahan peraturan terkait Asian Games 2026 ini baru dibuat setelah usai kualifikasi. Saat berlangsung kualifikasi, pada Oktober 2024, belum ada aturan tersebut.

Mengenai kebijakan ini, Okto mengaku sudah melayangkan protes kepada otoritas terkait, dalam hal ini OCA dan Aichi-Nagoya Asian Games Organisation Committee (AINAGOC). 

Namun, hingga saat ini KOI belum mendapatkan tanggapan apapun dari OCA. Oleh karena itu Okto berharap PSSI dan komunitas sepak bola Asia yang merasa dirugikan untuk melakukan protes.

"Jadi, kami menyampaikan kepada masyarakat sepak bola Indonesia bahwa per hari ini belum ada perubahan dan kami terus menyuarakan bersama dengan negara-negara lain," katanya.

Menurut Okto, pihak yang paling berkepentingan terkait perubahan regulasi tersebut adalah PSSI maupun federasi sepak bola negara-negara Asia yang tidak bisa tampil di Asian Games 2026. 

Oleh sebab itu, Okto berharap PSSI bersama pemerintah bisa berperang aktif dan menjadi penggerak bersama federasi dari negara lain untuk menyuarakan persoalan tersebut.
.
"Kalau komunikasi dibangun secara sporadis dan ini bisa disuarakan secara masif, saya rasa tekanan-tekanan itu bisa diberikan dan penggeraknya dari Indonesia," kata Okto menjelaskan.

[Gambas:Video CNN]

(abs)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
| | | |