Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden Amerika Serikat Donald Trump membantah gambar dirinya mirip dengan Yesus Kristus, dan mengeklaim gambar itu menunjukkan sebagai dokter.
"Saya pikir itu saya sebagai dokter," ujar Trump, dikutip The New York Times.
"Hanya media palsu yang bisa mengartikannya seperti itu. Saya membuat orang menjadi lebih baik," tambah dia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto itu semula diunggah pada Minggu (12/4) di Truth Social. Gambar itu menampilkan Trump mengenakan jubah putih dan merah, yang identik dengan penggambaran Yesus dalam ikonografi religius.
Dalam gambar itu, cahaya keemasan tampak memancar dari tangan Trump saat ia menyentuh dahi seorang pria yang sakit, sementara seorang perempuan terlihat berdoa di dekatnya.
Namun per Senin (13/4), gambar itu dihapus oleh Trump karena dinilai menimbulkan kebingungan.
"Saya tidak ingin ada orang yang bingung. Banyak yang merasa bingung," katanya.
Dalam wawancara dengan CBS News, Trump kembali menegaskan bahwa gambar itu menurutnya merupakan sosok dokter.
"Saya melihatnya sebagai gambar dokter yang sedang memperbaiki, ada simbol Palang Merah di sana, ada tenaga medis di sekitar saya," ujar Trump.
"Dan saya seperti dokter, semacam bercanda menjadi dokter yang membuat orang lebih baik. Jadi seperti itu cara melihatnya. Itu juga yang dipikirkan kebanyakan orang," tambah dia.
Kemunculan gambar itu memicu kritik dari berbagai pemimpin agama dan pendukung Kristen, yang menilai gambar itu tidak pantas karena Trump menempatkan dirinya seperti Yesus.
Aktivis politik AS, Riley Gaines, yang pernah diundang Trump ke Gedung Putih mengkritik unggahan Trump.
"Kenapa? Serius, saya tidak mengerti kenapa dia mengunggah ini. Apakah dia mencari respons? Apakah dia benar-benar berpikir seperti ini? Bagaimanapun juga, dua hal ini benar: 1) sedikit kerendahan hati akan sangat bermanfaat baginya. 2) Tuhan tidak boleh diolok-olok," tulisnya di media sosial X.
Gambar Trump bagai Yesus Kristus ini sendiri diunggah setelah Trump mengkritik pemimpin Gereja Katolik sedunia, Paus Leo XIV, buntut sikapnya terhadap kebijakan Trump.
Gambar ini muncul setelah Trump sebelumnya mengkritik pemimpin Gereja Katolik, Paus Leo XIV.
Ia menyebut Paus lemah dalam menangani kejahatan dan terlalu liberal, terutama terkait sikap terhadap kebijakan Trump soal Iran dan Venezuela.
Kasus ini menambah daftar kontroversi terkait aktivitas Trump di media sosial. Pada Februari lalu, ia juga pernah menghapus video bernuansa rasis yang menampilkan Barack Obama dan Michelle Obama setelah mendapat tekanan, termasuk dari Senator Tim Scott.
Namun, seperti dalam kasus terbaru ini, Trump tidak menyampaikan permintaan maaf.
(rnp/bac)
Add
as a preferred source on Google


















































