Trump Segera Putuskan Akan Kirim Banyak Senjata ke Taiwan

2 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan pada Senin (16/2) bahwa AS akan segera memutuskan apakah akan mengirim lebih banyak senjata ke Taiwan, setelah Presiden Tiongkok Xi Jinping memperingatkannya untuk tidak melakukannya.

"Saya sedang berbicara dengannya tentang hal itu. Kami telah melakukan percakapan yang baik, dan kami akan segera mengambil keputusan," kata Trump disitat dari AFP.

Ia menambahkan bahwa ia memiliki "hubungan yang baik" dengan pemimpin China tersebut, yang negaranya mengklaim pulau Taiwan yang berpemerintahan sebagai wilayahnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam percakapan telepon dengan Trump pada 4 Februari 2026, Xi menyerukan "saling menghormati" dalam hubungan dengan Amerika Serikat, sambil memperingatkan Washington tentang penjualan senjata ke pulau yang dikelola secara demokratis tersebut.

"Masalah Taiwan adalah isu terpenting dalam hubungan Tiongkok-AS... AS harus menangani penjualan senjata ke Taiwan dengan hati-hati," kata Xi, menurut media lokal China.

Trump dan Xi dijadwalkan bertemu di Beijing pada bulan April.

Partai Komunis China tidak pernah memerintah Taiwan, tetapi Beijing mengklaim pulau berpenduduk 23 juta jiwa itu sebagai bagian dari wilayahnya dan tidak mengeyampingkan penggunaan kekuatan untuk mencaploknya.

Washington tidak secara resmi mengakui Taiwan, tetapi AS merupakan pendukung militer utama Taiwan.

Sebelumnya, AS menyetujui pengiriman senjata senilai US$11 miliar ke Taiwan pada Desember, menurut Taipei.

Tak lama setelah itu, China meluncurkan latihan militer besar-besaran sebagai mensimulasikan blokade di sekitar pelabuhan-pelabuhan utama Taiwan.

Meskipun Trump telah "melunak" dalam dukungan untuk Taiwan, namun masalah ini tetap memperkeruh dalam hubungan AS-China.

Pada hari Sabtu, diplomat utama Beijing, Wang Yi, memperingatkan AS agar tidak "berkomplot" di Taiwan, dengan mengatakan bahwa hal itu dapat menyebabkan "konfrontasi" dengan China.

Taiwan telah menghabiskan miliaran dolar AS untuk meningkatkan militernya dalam dekade terakhir, guna melindungi diri dari China.

Presiden Taiwan Lai Ching-te telah mengusulkan tambahan anggaran pertahanan sebesar US$40 miliar selama delapan tahun, tetapi rencana tersebut telah diblokir oleh parlemen yang dikendalikan partai oposisi.

Pada Kamis lalu, puluhan anggota parlemen AS mendesak partai-partai politik oposisi Taiwan untuk mengakhiri pemblokiran tersebut. Presiden Lai mengatakan dia meyakini anggaran pertahanan akan segera disahkan.

(mik)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |