Trump Semakin Ditinggal, Jerman Tolak Kirim Kapal ke Selat Hormuz

3 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Jerman menegaskan bahwa aliansi pertahanan atlantik utara (NATO) tak perlu ikut berpartisipasi amankan Selat Hormuz.

Sinyal penolakan seruan Presiden Amerika Serikat Donald Trump itu disampaikan Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya tidak melihat NATO membuat keputisan ke arah itu atau dapat memikul tanggung jawab atas Selat Hormuz," ujar Wadephul sebelum pertemuan Dewan Urusan Luar Negeri Uni Eropa di Brussels, seperti dikutip Al Jazeera.

"Jika memang demikian, badan-badan NATO akan menanganinya sesuai dengan ketentuan," ia melanjutkan pernyataannya.

Penolakan Jerman tersebut menambah daftar negara yang ogah memenuhi seruan Trump untuk mengerahkan kapal-kapal perang di Selat Hormuz. Negara-negara yang lebih dahulu menolak adalah Kanada, Jepang, dan Australia.

"Kami belum membuat keputusan apa pun tentang pengiriman kapal pengawal. Kami terus mempelajari apa yang dapat dilakukan Jepang secara mandiri dan apa yang dapat dilakukan sesuai kerangka hukum," ujar PM Jepang Sanae Takaichi yang merupakan salah satu sekutu dekat Trump.

Trump sebelumnya mendesak NATO untuk ikut mengerahkan kapal-kapal perang mereka menjaga Selat Hormuz saat harga minyak terus meroket. Ia kemudian mengancam bahwa aliansi pertahanan itu akan menghadapi masa depan "yang sangat buruk" jika gagal membantu AS.

Kemudian, kepada China, ia juga mengancam apabila Beijing ogah membantu, maka rencana pertemuannya dengan Presiden China Xi Jinping akhir bulan ini tak akan terlaksana.

Harga minyak mentah Amerika Serikat tembus US$100 per barel saat pasar dibuka pada Minggu malam. Kenaikan itu menyusul panasnya perang AS-Israel vs Iran yang kini telah memasuki pekan ketiga.

(bac)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |