Jakarta, CNN Indonesia --
Tunggal putra Indonesia, Moh Zaki Ubaidillah mengaku khawatir konflik Iran-Israel memengaruhi perjalanan wakil Indonesia di ajang bulutangkis terdekat.
Ubed, panggilan akrabnya, akan mengikuti dua turnamen di Eropa yakni Orleans Masters 2026 (4-9 Maret) dan Swiss Open 2026 (10-15 Maret). Untuk bisa ke sana, penerbangan harus mendekati wilayah Asia Barat yang kini tengah dilanda ketegangan geopolitik.
"Kalau kekhawatiran tentu ada, tapi semoga bisa selamat," kata Ubed di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta, Rabu (4/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ubed menyebut rombongan wakil Indonesia akan berangkat pada Sabtu (7/3) malam WIB. Rencananya, lokasi transit yang ditetapkan adalah Istanbul, Turki.
"Transit itu di Istanbul. Jadi memang dari awal di sana transitnya, bukan karena ada perang itu," ucapnya.
Tunggal putra peringkat ke-39 di dunia itu menargetkan tembus semifinal di Orleans Masters 2026 dan Swiss Open 2026. Meski tak ada gelar yang jadi ambisi, Ubed ingin tetap maksimal di setiap babaknya.
"Target di sana bisa tembus semifinal dua-duanya. Semua pemain punya kans masing-masing dan bisa dikalahkan," ujar dia.
Lebih lanjut, Ubed menyoroti aspek adaptasi kala berkompetisi di Eropa. Ini karena tak ada sesi aklimatisasi atau penyesuaian seperti yang dilakukan atlet Indonesia lain di All England 2026.
Menanggapi itu, Ubed tak mengapa soal waktu adaptasi yang sedikit. Ia mengaku bisa menyesuaikan diri di lingkungan baru dalam waktu singkat.
"Mungkin dari tidur yang harus lebih berkualitas. Saya harus fokus juga di daya tahan fisik karena sempat drop. Sudah dievaluasi minggu ini dan minggu kemarin," kata dia.
(ikw/nva)


















































