Ultimatum Trump Buat Iran Buka Selat Hormuz Berakhir Selasa Pagi

7 hours ago 7

Jakarta, CNN Indonesia --

Ultimatum Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kepada Iran untuk membuka Selat Hormuz dalam waktu 48 jam akan segera berakhir pada Selasa (24/3) pagi waktu Indonesia.

Ancaman tersebut disampaikan Trump melalui unggahan di media sosial Truth Social pada Sabtu (21/3) pukul 19.44 Eastern Time (ET) atau waktu AS.

Jika dikonversi ke waktu Indonesia, unggahan itu dibuat pada Minggu (22/3) pukul 06.44 WIB.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam pernyataannya, Trump menegaskan AS akan mengancurkan berbagai pembangkit listrik Iran apabila Teheran tidak membuka Selat Hormuz sesuai tenggat waktu yang diberikan.

"Jika Iran tidak SEPENUHNYA MEMBUKA, TANPA ANCAMAN, Selat Hormuz dalam waktu 48 JAM sejak saat ini, maka Amerika Serikat akan menyerang dan menghancurkan berbagai pembangkit listrik mereka, dimulai dari yang terbesar terlebih dahulu! Terima kasih atas perhatian Anda terhadap hal ini. Presiden DONALD J. TRUMP," tulis Donald Trump dalam unggahannya di media sosial Truth Social.

Berdasarkan perhitungan waktu tersebut, batas akhir ultimatum 48 jam akan jatuh pada Selasa (24/3) pukul 06.44 WIB.

Iran telah mengancam balik ultimatum Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Iran mengatakan bakal mulai menyerang infrastruktur AS di Timur Tengah jika itu dilakukan.

"Menindaklanjuti peringatan sebelumnya, jika infrastruktur bahan bakar dan energi Iran dirusak oleh musuh, semua infrastruktur energi, teknologi informasi, dan desalinasi milik AS dan rezim di kawasan akan menjadi sasaran," kata komando operasional militer Iran, Khatam Al-Anbiya, dikutip AFP dalam sebuah pernyataan yang dimuat di Fars, Minggu (22/3).

Selat Hormuz adalah jalur distribusi minyak dunia yang mewakili sekitar 20 persen pasokan global. Penutupannya telah membuat negara-negara di Teluk sulit mengekspor dan menutup sebagian produksi ladang minyak karena penampungan sudah tidak memadai.

Penutupan Selat Hormuz juga menjadi penyebab harga minyak melonjak tinggi, imbasnya banyak negara kesulitan energi hingga memicu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Harga minyak mentah Brent Laut Utara pada Senin pagi ini naik US$113,44 per barel sebelum turun menjadi sekitar US$111 sekitar 45 menit setelah perdagangan dimulai.

(dhz/fea)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |