Wajib Tahu, Ini 9 Cara Mengatasi Kaki Bengkak karena Diabetes

9 hours ago 9

CNN Indonesia

Rabu, 08 Apr 2026 15:15 WIB

Cara mengatasi kaki bengkak karena diabetes penting diketahui penderita diabetes, karena kondisi ini cukup sering terjadi. Ilustrasi. Cara mengatasi kaki bengkak karena diabetes penting diketahui penderita diabetes, karena kondisi ini cukup sering terjadi. (iStockphoto/simarik)

Jakarta, CNN Indonesia --

Cara mengatasi kaki bengkak karena diabetes menjadi hal penting yang perlu diketahui penderita diabetes, karena kondisi ini cukup sering terjadi akibat gangguan sirkulasi darah.

Kadar gula darah yang tinggi dalam jangka panjang dapat merusak pembuluh darah kecil, sehingga membuat aliran darah tidak berjalan optimal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kondisi tersebut menyebabkan penumpukan cairan di jaringan tubuh. Hal ini dapat memicu penumpukan cairan di jaringan tubuh, terutama bagian kaki, pergelangan kaki, hingga tungkai bawah.

Penumpukan cairan ini dikenal sebagai edema, yaitu pembengkakan yang terjadi akibat cairan berlebih di dalam jaringan tubuh.

Edema tidak selalu disebabkan oleh diabetes. Pada sebagian orang, pembengkakan kaki juga dapat terjadi setelah mengonsumsi makanan tinggi garam, duduk terlalu lama, hingga gangguan kesehatan tertentu.

Cara mengatasi kaki bengkak karena diabetes

Melansir dari berbagai sumber, berikut ini beberapa cara mengatasi kaki bengkak karena diabetes:

1. Menggunakan kaus kaki kompresi

Kaus kaki kompresi dapat membantu memberikan tekanan yang tepat pada kaki dan tungkai sehingga aliran darah menjadi lebih lancar.

Melansir Healthline, sebuah penelitian pada 2017 menyebut, tekanan tersebut membantu mencegah penumpukan cairan di kaki dan pergelangan kaki. Kaus kaki kompresi biasanya digunakan pada siang hari dan dilepas saat tidur.

2. Mengangkat kaki lebih tinggi dari posisi jantung

Menurut NHS, mengangkat kaki saat duduk atau berbaring dapat membantu mengurangi penumpukan cairan di bagian bawah tubuh. Posisi ini memungkinkan cairan yang terkumpul di kaki kembali mengalir ke bagian tubuh lainnya melalui sistem peredaran darah.

Anda dapat mengganjal kaki dengan bantal saat berbaring atau meletakkan kaki di bangku kecil saat duduk.

3. Rutin berolahraga

Aktivitas fisik dapat memperlancar sirkulasi darah sekaligus menjaga kadar gula darah tetap stabil. Lakukan olahraga ringan, seperti berjalan kaki, bersepeda, atau berenang.

Olahraga juga membantu mengurangi risiko pembengkakan yang disebabkan oleh terlalu lama duduk atau tidak bergerak. Idealnya, berolahragalah setidaknya 150 menit per minggu atau rata-rata 30 menit per hari.

4. Menjaga berat badan ideal

Old pants are too bigFoto: iStockphoto/maselkoo99
Ilustrasi berat badan ideal.

Menjaga berat badan tetap ideal dapat membantu mengontrol kadar gula darah serta mengurangi tekanan pada pembuluh darah di kaki.

Ketika kadar gula darah berada dalam rentang stabil, risiko kerusakan pembuluh darah yang menyebabkan gangguan sirkulasi dapat berkurang. Selain itu, berat badan yang sehat juga membantu menurunkan risiko penyakit jantung dan masalah sendi.

5. Memenuhi kebutuhan cairan tubuh

Minum air yang cukup dapat membantu tubuh mengatur keseimbangan cairan. Ketika tubuh mengalami dehidrasi, tubuh justru cenderung menahan cairan lebih banyak, yang dapat memperburuk pembengkakan.

Meski demikian, penderita diabetes yang memiliki gangguan jantung atau ginjal sebaiknya berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu mengenai jumlah cairan yang aman dikonsumsi.

Baca halaman selanjutnya...

Add as a preferred
source on Google

Read Entire Article
| | | |