Waktu Terbaik Minum Air Jahe agar Pencernaan Lancar

2 hours ago 5

CNN Indonesia

Rabu, 11 Feb 2026 07:00 WIB

Air jahe dikenal ampuh untuk kesehatan sistem pencernaan. Lantas, kapan waktu terbaik minum air jahe untuk percernaan yang sehat? Ilustrasi. Waktu terbaik minum air jahe untuk pencernaan adalah sebelum atau bersamaan dengan makan. (iStockphoto/5second)

Jakarta, CNN Indonesia --

Air jahe dikenal ampuh untuk kesehatan sistem pencernaan. Lantas, kapan waktu terbaik minum air jahe untuk pencernaan yang sehat?

Jahe memang dipercaya bermanfaat untuk pencernaan. Salah satunya ditemukan dalam sebuah tinjauan pada tahun 2024.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mengutip Healthline, tinjauan tersebut menemukan, jahe dapat mendukung kesehatan pencernaan pada penderita sindrom iritasi usus besar (IBS) dan penyakit radang usus (IBD).

Jahe bekerja dengan meningkatkan motilitas lambung atau memudahkan pergerakan makanan melalui saluran pencernaan. Jahe juga merangsang cairan pencernaan dan meredakan ketidaknyamanan di saluran cerna.

Waktu terbaik minum air jahe untuk pencernaan

Pada dasarnya, tidak ada waktu terbaik minum air jahe untuk pencernaan. Namun, para ahli merekomendasikan agar mengonsumsi air jahe sebelum atau bersamaan dengan makanan untuk memaksimalkan manfaatnya.

"Bukti terbaik yang kita miliki menunjukkan bahwa jahe paling efektif jika dikonsumsi sesaat atau bersamaan dengan makan," ujar ahli diet terdaftar Jane Leverich, mengutip Health.

Leverich menduga, hal tersebut disebabkan oleh bagaimana jahe berinteraksi dengan makanan dan proses pencernaan. Studi menunjukkan, jahe dapat membantu meredakan gejala seperti mual dan kembung, serta bisa mempercepat pengosongan lambung.

Selain itu, dokter Meena Malhotra mengatakan, jahe juga bersifat anti-inflamasi dan antioksidan yang membantu menenangkan sistem pencernaan.

Menurut Malhotra, jahe berpotensi mendukung pencernaan dan membantu mengatur kadar gula darah. Hal ini bakal berefek pada energi.

"Mengonsumsinya bersamaan dengan makanan dapat membantu mencegah lonjakan gula darah, yang sering kali menyebabkan rasa lelah setelahnya," ujar Malhotra.

Selain waktu, jenis dan jumlah makanan yang dikonsumsi juga dapat memengaruhi efektivitas jahe, terutama dalam menjaga pencernaan.

Jahe bisa sangat membantu saat kamu mengonsumsi makanan dalam porsi besar, tinggi lemak, atau tinggi serat. Kesemuanya merupakan jenis makanan yang bergerak lebih lambat melalui saluran cerna.

"Dalam kasus ini, jahe yang dikonsumsi sebelum atau bersamaan dengan makan, mungkin lebih efektif, karena membantu merangsang motilitas usus tepat saat pencernaan dimulai," ujar Leverich.

Sementara saat kamu mengonsumsi makanan dalam porsi kecil, lanjut dia, bisa jadi manfaat jahe tidak terlalu terasa maksimal.

Selain waktu terbaik minum air jahe, jenis yang dikonsumsi juga penting. Jahe segar mengandung kadar gingerol yang lebih tinggi, yaitu senyawa yang bertanggung jawab atas manfaat pencernaan, antioksidan, dan anti-inflamasi. Saat jahe dikeringkan, beberapa gingerol berubah menjadi shogaol.

"Shogaol juga memiliki aktivitas biologis, termasuk efek anti-inflamasi dan anti-mual. Tapi, tampaknya tidak memengaruhi pengosongan lambung sebanyak gingerol," jelas Leverich.

(asr)

Read Entire Article
| | | |