Warung Kopi di Aceh Tamiang Mulai Berjualan Meski Kondisi Terbatas

3 hours ago 1

CNN Indonesia

Jumat, 02 Jan 2026 18:27 WIB

Aktivitas ekonomi masyarakat di Aceh Tamiang, Aceh, perlahan kembali bergerak setelah bencana banjir dan longsor yang melanda sekitar satu bulan lalu. Aktivitas ekonomi masyarakat di Aceh Tamiang, Aceh, perlahan kembali bergerak setelah bencana banjir dan longsor yang melanda sekitar satu bulan lalu. (Foto: Dok. Istimewa)

Jakarta, CNN Indonesia --

Aktivitas ekonomi masyarakat di Aceh Tamiang, Aceh, perlahan kembali bergerak setelah bencana banjir dan longsor yang melanda sekitar satu bulan lalu.

Di tengah proses pemulihan, warung kopi dan mi milik Rina Riana kembali membuka pintu rezeki, menjadi penanda kecil namun bermakna dari bangkitnya kehidupan warga.

Dengan kondisi yang masih terbatas dan tempat usaha yang baru saja selesai direnovasi akibat terjangan banjir, Rina memilih untuk kembali berjualan sejak beberapa hari terakhir. Keputusan itu diambil dengan penuh rasa syukur, meski ia menyadari usahanya belum sepenuhnya pulih seperti sedia kala.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Alhamdulillah sudah pemulihan. Sudah lima hari (berjualan). Kalau normalnya sih belum ya karena kita kan bertahap setelah renovasi kemarin kena banjir," kata Rina, Jumat (2/1).

Rini mengatakan tembok warungnya jebol karena banjir. Namun, kondisi tersebut tidak mematahkan semangatnya untuk kembali berusaha dan menata kehidupan yang lebih normal melalui warung kopi yang telah ia rintis.

"Kalau menu untuk makanan, alhamdulillah sudah (lengkap). Tapi kalau untuk perkopian itu ada yang belum karena kita pake kopi mesin biasanya, itu belum kita ada," jelasnya.

Selain keterbatasan peralatan, fasilitas pendukung juga belum sepenuhnya kembali seperti sebelum bencana. Meski demikian, Rina tetap berusaha melayani pelanggan dengan maksimal.

"Sinyal juga sudah normal, cuma karena wifi belum dipasang balik, belum bisa pake wifi di sini," jelasnya.

Sejak kembali dibuka, warung kopi tersebut mulai didatangi pelanggan. Rina mengatakan warga sekitar rindu suasana nongkrong setelah sebulan lebih bertahan di pengungsian dan kondisi darurat.

"Sudah lumayan, mungkin karena mereka bosan juga ya makan mi dan telur terus," ceritanya.

Soal harga, Rina berupaya tetap menjaga agar terjangkau bagi masyarakat yang juga sedang berjuang memulihkan ekonomi keluarga. Meski omzet belum bisa dipastikan dan masih jauh dari kondisi normal, Rina memilih untuk terus melangkah dan tidak menunda kebangkitan usahanya.

"Belum tahu kan kita, karena baru buka lagi. Tapi, harus bangkit kan," terangnya.

[Gambas:Video CNN]

(ldy/pta)

Read Entire Article
| | | |