CNN Indonesia
Kamis, 16 Apr 2026 06:00 WIB
Ilustrasi. Cuaca panas di Makkah bisa menyebabkan heatsroke bagi jemaah haji, maka harus waspada. (ANTARA FOTO/ANDIKA WAHYU)
Jakarta, CNN Indonesia --
Cuaca panas ekstrem yang melanda sejumlah wilayah Asia belakangan menjadi pengingat penting akan risiko paparan suhu tinggi, termasuk saat menjalankan ibadah haji di Makkah.
Pada musim haji, suhu di kota suci tersebut kerap menembus lebih dari 40 derajat Celsius, bahkan bisa terasa lebih menyengat akibat kepadatan jemaah dan aktivitas fisik yang intens.
Dalam kondisi seperti ini, risiko heatstroke atau sengatan panas menjadi ancaman serius yang tidak boleh dianggap sepele.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apa itu heatstroke?
Heatstroke adalah kondisi medis darurat yang terjadi ketika tubuh tidak mampu lagi mengendalikan suhu internal akibat paparan panas berlebih. Menurut Mayo Clinic, suhu tubuh pada kondisi ini bisa melonjak hingga 40 derajat Celsius atau lebih dalam waktu singkat, bahkan hanya dalam 10-15 menit.
Saat heatstroke terjadi, mekanisme pendinginan alami tubuh, seperti berkeringat, tidak lagi bekerja optimal. Akibatnya, suhu tubuh terus meningkat dan dapat merusak organ vital.
Gejala heatstroke yang perlu diwaspadai
Gejala heatstroke bisa berkembang cepat dan memerlukan penanganan segera. Berikut tanda-tanda yang perlu dikenali:
1. Suhu tubuh sangat tinggi
Suhu inti tubuh mencapai 40 derajat Celsius atau lebih.
2. Perubahan kondisi mental
Bingung, bicara tidak jelas, mudah marah, hingga kejang atau penurunan kesadaran.
3. Perubahan pada keringat
Kulit bisa menjadi kering meski berada di cuaca panas, atau justru terasa lembap tidak normal.
4. Mual dan muntah
Sistem pencernaan ikut terdampak akibat panas berlebih.
5. Kulit memerah
Wajah dan tubuh tampak kemerahan karena suhu tinggi.
6. Pernapasan cepat
Napas menjadi dangkal dan lebih cepat dari biasanya.
7. Detak jantung meningkat
Jantung bekerja lebih keras untuk membantu tubuh mendinginkan diri.
8. Sakit kepala
Kepala terasa berdenyut sebagai respons terhadap panas ekstrem.
Ibadah haji menuntut aktivitas fisik yang cukup berat, seperti berjalan jauh, berdesakan, dan berlama-lama di ruang terbuka. Kombinasi ini, ditambah suhu panas ekstrem di Makkah, membuat jemaah lebih rentan mengalami heatstroke.
Kelompok yang paling berisiko antara lain lansia, penderita penyakit kronis, serta mereka yang kurang asupan cairan.
Cara mencegah heatstroke
Agar tetap aman selama beraktivitas di cuaca panas, beberapa langkah pencegahan penting dilakukan:
• Perbanyak minum air putih untuk mencegah dehidrasi
• Gunakan pakaian yang ringan dan menyerap keringat
• Hindari paparan matahari langsung terlalu lama
• Istirahat secara berkala di tempat teduh atau ber-AC
• Gunakan pelindung seperti payung atau topi
(tis/tis)
Add
as a preferred source on Google


















































