Waspada, Ini Jam Paling Rawan Kecelakaan Versi Polisi

7 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkap periode waktu rawan kecelakaan yang terjadi pada saat arus mudik lebaran.

Hal tersebut disampaikan Kapolri dalam rapat koordinasi lintas sektoral Operasi Ketupat 2026 di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian, Jakarta Selatan, Senin (2/3).

Sigit menjelaskan berdasarkan hasil analisa dan evaluasi (anev) Operasi Ketupat 2025, angka kecelakaan lalu lintas memang tercatat menurun 31,43 persen.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal itu, kata dia, juga diikuti dengan total korban meninggal dunia yang menurun 53,24 persen, kemudian korban luka berat menurun 7,19 persen, dan luka ringan menurun 27,85 persen.

"Namun kalau kita lihat masih ada jam-jam rawan yang harus kita antisipasi agar jumlah laka ini bisa berkurang. Jam tertinggi ada di jam 09.00-12.00, ada 532 kecelakaan," jelasnya.

Berdasarkan data kecelakaan yang ada, ia mengatakan faktor kurangnya menjaga jarak menjadi penyebab paling banyak terjadinya kecelakaan hingga 1.156 kasus. Diikuti oleh kelalaian pengemudi terhadap lalu lintas dari arah depan.

Di sisi lain, Sigit mengatakan tidak menutup kemungkinan peningkatan rata-rata waktu tempuh selama mudik dari tahun ke tahun juga menyebabkan kecelakaan di jalan raya. Terlebih sejak 2024 waktu tempuh di Tol Trans Jawa yang tadinya 76 km/jam naik 12,44 persen menjadi 85 km/jam pada 2025.

"Jadi, ini mungkin juga disebabkan oleh faktor kecepatan yang bertambah. Namun di satu sisi juga kadang kala ada masyarakat yang sudah lelah, mengantuk, namun memaksakan sehingga terjadi kejadian laka," tuturnya.

Oleh karenanya, Kapolri memerintahkan agar seluruh data terkait kerawanan selama arus mudik harus segera diantisipasi. Agar mudik dengan tagline tahun ini, 'Mudik Aman dan Keluarga Bahagia' bisa terlaksana dengan baik.

"Ini tentunya menjadi evaluasi untuk di tahun 2026, bagaimana kita terus menggencarkan sosialisasi tentang keselamatan berkendara sehingga kemudian angka laka lantas tersebut bisa kita turunkan," katanya.

Listyo menyebut puncak arus mudik Lebaran 2026 diprediksi akan terjadi dalam dua periode pada pertengahan Maret mendatang.

Ia menyebut perkiraan itu didapati jajaran Direktorat Lalu Lintas dari hasil survei yang dilaksanakan Kementerian Perhubungan serta dengan membandingkan realisasi jumlah pemudik di tahun 2025.

"Prediksi puncak arus mudik (pertama) ini kemungkinan terjadi di tanggal 14 sampai dengan 15 Maret," ujarnya.

Setelah periode arus balik pertama, kata dia, nantinya pemerintah juga akan menerapkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) pada tanggal 16 dan 17 Maret. Sehingga diperkirakan bakal terjadi puncak arus mudik kedua pada 18 dan 19 Maret.

(tfq/isn)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |