Surabaya, CNN Indonesia --
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) membeberkan menu-menu Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk para siswa dan penerima manfaat lainnya saat Ramadan.
Hal itu diungkapkan Zulhas saat meninjau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Nikmat Barokah di Jalan Raya Kedung Asem, Rungkut, Surabaya, Kamis (19/2)
Menurut Zulhas, sebagian besar menu MBG yang biasanya berupa masakan nasi, sayur hingga daging, kini diganti makanan-makanan kering yang bisa disantap siswa kapan saja, saat waktu berbuka puasa atau sahur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bulan puasa nanti bagi yang berpuasa dikasih makan dengan kering. Tadi ada contohnya. Ada telur, ya. Kan telur direbus saja. Jadi kapan saja bisa dimakan, kan? Dua roti, tiga bisa kurma, ya. Ada empat kacang tadi," kata Zulhas.
Sementara itu, pembagian MBG bagi kalangan santri di pesantren, waktunya digeser dari siang ke sore hari saat buka puasa. Adapun bagi ibu hamil, ibu menyusui atau non-muslim tetap melaksanakan seperti biasa.
"Yang pondok pesantren geser. Biasanya kami makan siang, bisa dikasih pada waktu buka puasa, waktunya geser. Ibu-ibu hamil dan yang non-muslim tetap," kata Ketua Umum PAN ini.
Pada kesempatan yang sama, Zulhas juga mensosialisasikan Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Program MBG, sekaligus mendorong percepatan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) bagi seluruh SPPG.
Zulhas menyebut Provinsi Jawa Timur saat ini memiliki 2.110 SPPG dan lebih dari separuhnya telah mengantongi sertifikat SLHS.
"Di Jawa Timur sudah ada 2.110 SPG dan separuh lebih sudah memiliki SLHS. Yang di sini sudah lengkap, SLHS ada, halal ada, HACCP juga ada. Ini bisa menjadi contoh bagi SPG lainnya karena aman dan gizinya sudah sesuai," ujarnya.
Sementara itu, pengelola SPPG Nikmat Barokah, Yayuk Eko Agustin, mengatakan seluruh menu makanan kering yang didistribusikan selama Ramadan melibatkan produk dari pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) lokal.
"Menu keringnya ada roti, abon, telur asin, telur biasa, dan buah. Semua dari UKM," kata Yayuk.
Yayuk menambahkan distribusi makanan dilakukan ke sekolah-sekolah saat kegiatan belajar mengajar berlangsung.
Selama masa libur, distribusi difokuskan kepada ibu hamil dan ibu menyusui.
Setiap harinya, SPPG Nikmat Barokah mendistribusikan sekitar 3.500 porsi makanan, termasuk untuk siswa, guru, ibu hamil, dan ibu menyusui.
(frd/sfr)


















































