10 Makanan Indonesia dengan Rating Terburuk Versi Taste Atlas

3 hours ago 1

CNN Indonesia

Rabu, 24 Jun 2026 06:01 WIB

Makanan Indonesia dengan rating terburuk versi Taste Atlas Ilustrasi. Ada sederet makanan Indonesia yang ternyata kurang disukai lidah internasional. Taste Atlas merangkumnya ke dalam 89 Worst Rated Indonesian Foods. (Getty Images/iStockphoto/Ika Rahma)
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Makanan Indonesia mampu memikat lidah masyarakat internasional. Namun ternyata tidak semua makanan disukai karena beberapa alasan. Berikut daftar makanan Indonesia yang memiliki rating terburuk versi Taste Atlas.

Taste Atlas belum lama ini merilis 89 Worst Rated Indonesian Foods. Beberapa makanan khas Nusantara mendapat penilaian rendah. Skor diperoleh dari sekitar enam ribu pengguna yang telah diverifikasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rating buruk tidak merujuk pada kualitas makanan yang rendah atau rasa tidak enak. Beberapa makanan dianggap menggunakan bahan yang terbilang ekstrem atau tidak biasa. Kemudian ada pula yang dianggap memiliki tampilan kurang menarik meski rasanya enak.

Dari 89 makanan, berikut 10 makanan dengan rating terburuk versi Taste Atlas 2026.

1. Paniki

Paniki merupakan makanan asli Sulawesi Utara terutama orang Minahasa. Bahan utamanya berupa kelelawar buah yang digoreng atau dipanggang lalu digabungkan dalam menu yang disebut paniki atau semacam sup.

Kelelawar yang sudah dibersihkan dari bulu dan jeroannya lalu dipotong-potong. Kemudian daging kelelawar dimasak bersama santan dengan bumbu bawang bombai, bawang putih, jahe, daun bawang, daun kari, dan serai.

Paniki mendapat rating buruk karena penggunaan daging kelelawar buah yang dipandang terlalu ekstrem.

2. Tinutuan

Tinutuan berasal dari Manado, Sulawesi Utara. Di Manado, tinutuan termasuk menu sarapan favorit. Berbeda dengan bubur ayam, tinutuan memadukan beras, jagung atau umbi-umbian, bersama sayuran seperti, bayam, kangkung, labu, atau kadang kemangi dan melinjo.

Meski kaya nutrisi, pengulas menganggap tinutuan punya tampilan kurang menarik dibanding sajian bubur lain dari Indonesia.

3. Lawar

Makanan Indonesia dengan rating terburuk versi Taste AtlasIlustrasi. Lawar mendapat rating buruk oleh pengulas di platform Taste Atlas karena dianggap menggunakan bahan cukup ekstrem yakni darah hewan. (Getty Images/oka yudhi)

Buat masyarakat Bali, lawar lebih dari sekadar menu makanan. Mengutip laman Taste Atlas, lawar mencerminkan variasi daerah, tradisi keluarga, dan makna seremonial. Lawar memadukan sayuran yang dicincang halus, kelapa parut, rempah, dan daging cincang.

Semua bahan ini dicampur dengan bumbu yang terdiri dari bawang putih, bawang merah, kunyit, lengkuas, jahe, dan terasi. Di balik kesegaran dan gurih lawar, ada yang menilai hidangan ini termasuk hidangan ekstrem sebab menggunakan darah hewan (lawar merah).

4. Nasi jagung

Nasi jagung jadi simbol warisan kuliner sekaligus simbol ketahanan pangan di kawasan pulau Jawa, Madura, dan sebagian Bali.

Teksturnya yang cukup berbeda dengan nasi putih membuat penilaian terhadap makanan ini cukup rendah.

5. Pepes tahu

Pepes tahu merupakan makanan khas Jawa dengan bahan utama tahu yang dicampur rempah. Campuran ini lalu dibungkus daun pisang dan dikukus.

Makanan ini terbilang sederhana tapi banyak digemari apalagi ada aroma khas yang menggugah selera. Namun ratingnya rendah sebab pengulas di Taste Atlas menganggap hidangan ini terlalu ringan jika dibandingkan makanan Indonesia lain yang bumbunya kuat.

6. Buntil

Buntil terbilang masakan khas Jawa Tengah yang unik. Dalam kuah santan yang gurih dapat bungkusan dari daun singkong, pepaya atau talas. Saat dibuka, terdapat campuran kelapa parut, ikan teri atau udang kering, lalu bumbu berupa bawang merah, cabai, dan rempah.

Hidangan ini mendapat nilai rendah sebab penggunaan daun sebagai pembungkus dan dimasukkan ke dalam kuah. Konsep ini masih terasa baru dan tidak biasa di kalangan internasional.

7. Soto Padang

Makanan Indonesia dengan rating terburuk versi Taste AtlasIlustrasi. Meski banyak digemari, soto Padang mendapat rating rendah menurut Taste Atlas. (Instagram/Google Review/iStock)

Ada banyak varian soto di Indonesia salah satunya Soto Padang. Yang membuatnya berbeda dengan soto lain adalah penggunaan irisan daging sapi tipis yang digoreng atau direbus. Soto Padang biasanya dinikmati bersama perkedel kentang.

Hanya saja, karena rasanya lebih ringan dibanding hidangan Minangkabau lain seperti rendang dan gulai, skornya rendah.

8. Wajik

Sebenarnya wajik merupakan kudapan yang cukup populer dan digemari. Berasal dari pulau Jawa, wajik terbuat dari beras ketan, gula merah, santan, daun pandan, dan garam.

Akan tetapi, buat pengulas Taste Atlas wajik dianggap terlalu manis.

9. Bakso ayam

Bakso ayam menggunakan ayam sebagai bahan utama dengan bumbu kurang lebih sama dengan pembuatan bakso sapi. Bakso disajikan dengan kuah bening bersama bihun, tahu, telur rebus, dan kadang pangsit goreng.

Meski terbilang comfort food dengan harga terjangkau buat orang Indonesia, tapi lidah internasional menilai rasanya terlalu ringan.

10. Lalap

Lalap merupakan sayuran mentah yang dikonsumsi sebagai pelengkap makanan utama. Lalap kerap diasosiasikan dengan masyarakat Sunda, Jawa Barat. Hidangan berupa sayuran mentah seperti ketimun, kacang panjang, daun kemangi, selada, kubis, dan terong. Kemudian tak lupa sambal.

Karena disajikan mentah, masyarakat internasional menganggapnya terlalu sederhana untuk diberi label hidangan.

(els)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |