Jakarta, CNN Indonesia --
Dua anggota Bhabinkamtibmas tewas terhimpit truk TNI saat menuju lokasi longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Peristiwa tragis itu terjadi di Jalan Cimeta, Kampung Cimeta, Desa Tugumukti, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (24/1) sore.
Dua polisi yang tewas yakni Ipda (Anumerta) Hendra Kurniawan dan Aipda (Anumerta) Muhammad Jerry Sonconery, anggota Polsek Cisarua.
Berdasarkan informasi kepolisian, kedua korban mengendarai sepeda motor secara berboncengan dan berada dalam iring-iringan kendaraan, termasuk truk TNI.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat melintas di lokasi kejadian, truk TNI yang berada di depan korban berhenti mendadak. Saat bersamaan, truk lain yang berada di belakang diduga mengalami rem blong. Sepeda motor yang ditumpangi kedua korban terimpit di antara truk TNI tersebut. Kedua korban meninggal dunia di tempat kejadian perkara.
TNI AD memberikan penjelasan terkait insiden dua anggota polisi tertabrak truk TNI hingga tewas itu. TNI mengatakan peristiwa itu merupakan musibah yang tidak diharapkan.
"Pangdam III/Siliwangi menyampaikan empati dan belasungkawa yang tulus kepada keluarga almarhum serta seluruh jajaran Kepolisian Republik Indonesia. Pangdam menegaskan bahwa laka lantas tersebut merupakan musibah yang tidak diharapkan oleh siapa pun, terlebih lagi terjadinya saat pelaksanaan tugas kemanusiaan sedang berjalan," kata Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigjen Donny Pramono seperti dikutip detikcom, Minggu (25/1).
TNI, kata Donny, juga menghormati tiap proses penyelidikan dalam mengungkap penyebab kecelakaan tersebut.
"Kodam III/Siliwangi juga menyatakan komitmennya untuk menghormati dan mendukung sepenuhnya proses penanganan peristiwa ini secara profesional dan objektif sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku," katanya.
Desak pengusutan tuntas
Anggota DPR RI Fraksi Partai NasDem, Rajiv sementara itu mendesak pengusutan tuntas insiden tewasnya dua anggota polisi akibat terhimpit truk TNI saat menuju lokasi longsor Cisarua, Bandung Barat.
Legislator dari daerah pemilihan (dapil) Jawa Barat II ini menilai penelusuran yang komprehensif mesti dilakukan guna memperoleh kejelasan peristiwa secara utuh. Ia menekankan proses ini diperlukan semata-mata untuk memastikan akuntabilitas dan kepastian hukum, bukan untuk menyudutkan pihak mana pun.
"Setiap peristiwa yang menimbulkan korban jiwa tentu perlu ditangani secara cermat dan profesional, agar semua pihak mendapatkan kejelasan serta keadilan sesuai aturan yang berlaku," kata Rajiv dalam keterangannya, Minggu (25/1).
Rajiv pun mengimbau agar semua pihak tetap menahan diri dan mempercayakan penanganan peristiwa ini kepada aparat berwenang.
Ia berharap proses penanganan perkara dapat berjalan secara objektif, transparan dan mengedepankan semangat kebersamaan antar aparat negara.
"Kita semua memiliki tujuan yang sama, yakni menjaga keselamatan masyarakat dan menegakkan hukum dengan penuh tanggung jawab," ucap dia.
Lebih lanjut, Rajiv turut menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya dua anggota Polri tersebut. Kata dia, pengabdian para korban dalam menjalankan tugas negara patut mendapat penghormatan setinggi-tingginya.
(dis/dal)

















































