Jakarta, CNN Indonesia --
Kementerian Luar Negeri RI menyatakan ada sekitar 45 warga negara Indonesia (WNI) tinggal di Jalisco, Meksiko, yang saat ini mencekam imbas bos kartel narkoba tewas.
Bos gangster Cartel de Jalisco Nueva Generation (CJNG), Nemesio Rubén Oseguera Cervantes atau "El Mencho" tewas dalam baku tembak dengan militer di Jalisco pada Minggu (22/2) hingga memicu amarah anggota kelompok itu hingga memporak-porandakan kota-kota.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Juru bicara Kemlu RI Vahd Nabyl Achmad Mulachela memastikan puluhan WNI tersebut dalam kondisi selama kerusuhan berlangsung. Ia meminta WNI di Meksiko untuk tetap waspada.
"Berdasarkan catatan KBRI Mexico City, WNI di wilayah Jalisco berjumlah 45 orang yang didominasi oleh rohaniawan, terapis pijat profesional, serta pengusaha dan pegawai perusahaan," kata Nabyl kepada wartawan, Selasa (24/2).
Vahd mengimbau WNI di sana tak melakukan aktivitas di luar rumah.
"Saat ini seluruh WNI dalam keadaan aman dan mengikuti arahan pemerintah setempat untuk tidak melakukan aktivitas di luar rumah," ujar Vahd.
Kemlu RI lebih lanjut meminta WNI yang berada di Jalisco untuk meningkatkan kewaspadaan. Ia berharap para WNI terus menjalin komunikasi dengan KBRI setempat.
"KBRI Mexico City mengimbau kepada seluruh WNI di wilayah terdampak untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan, tidak melakukan aktivitas di luar rumah hingga situasi kondusif, mengikuti arahan resmi dari otoritas setempat, serta menjaga komunikasi dengan KBRI Mexico City," katanya.
Vahd menyarankan bagi masyarakat untuk menunda perjalanan ke Meksiko dalam waktu dekat. "Bagi WNI yang memiliki rencana perjalanan ke Meksiko dalam waktu dekat, diimbau agar menunda perjalanan hingga situasi keamanan dinyatakan kondusif," kata Vahd.
Seperti dilansir AFP, Senin (23/2), AS dan Kanada sudah mengeluarkan peringatan perjalanan (travel warning) ke Meksiko menyusul kerusuhan yang terjadi akibat gembong narkoba terkemuka El Mencho dibunuh tentara Meksiko.
"Karena operasi keamanan yang sedang berlangsung dan meluas serta blokade jalan dan aktivitas kriminal terkait di banyak wilayah Meksiko, warga negara AS harus berlindung di tempat aman sampai pemberitahuan lebih lanjut," demikian pernyataan dari bagian Urusan Konsuler Kementerian Luar Negeri AS, melalui media sosial X.
"Blokade jalan telah berdampak pada operasi penerbangan, dengan beberapa penerbangan domestik dan internasional dibatalkan di Guadalajara dan Puerto Vallarta," katanya.
Sementara itu, Kanada menyatakan pihaknya memantau situasi dengan cermat. Kanada menyarankan warganya di Meksiko untuk tetap tenang dan mengikuti saran dari otoritas setempat.
Kanada mendesak warga di negara bagian Michoacan, Guerrero, dan Jalisco untuk berlindung di tempat aman, dengan alasan "adu tembak dengan pasukan keamanan dan ledakan."
Beberapa maskapai penerbangan AS dan Kanada juga membatalkan penerbangan ke beberapa wilayah Meksiko pada Minggu menyusul kerusuhan tersebut.
Diantaranya maskapai penerbangan AS United, American, Southwest, dan Alaska. Selain itu maskapai penerbangan Kanada, Air Canada dan WestJet/Sunwing, mengumumkan pembatalan penerbangan ke Puerto Vallarta, Guadalajara, dan Manzanillo.
Baca selengkapnya di sini.
(rds)


















































