CNN Indonesia
Rabu, 21 Jan 2026 08:00 WIB
Ilustrasi. Ada beberapa kelebihan jalan kaki dibanding lari. (iStockphoto)
Jakarta, CNN Indonesia --
Tren olahraga jalan kaki belakangan kian marak, terutama di kalangan anak muda. Media sosial dipenuhi konten jalan santai menyusuri gang-gang kecil hingga kawasan hidden gems yang jarang terjamah kendaraan bermotor.
Fenomena ini muncul sebagai alternatif olahraga yang lebih ringan di tengah citra olahraga lari yang kini dinilai terlalu kompetitif.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyambut positif meningkatnya minat masyarakat terhadap aktivitas jalan kaki. Menurutnya, jenis olahraga bukan hal utama selama tubuh tetap aktif bergerak secara rutin.
"Bagus dong. Yang penting aktif. Mau olahraga apa pun, lari, jalan kaki, padel, yang penting sesuai anjuran WHO, aktivitas fisik minimal 30 menit sehari," kata Budi, Senin (19/1), mengutip dari detikhealth.
Budi menegaskan, aktivitas fisik tidak harus selalu berat atau berorientasi pada kompetisi. Selama dilakukan secara konsisten, manfaat kesehatan tetap bisa dirasakan, baik untuk kebugaran fisik maupun kesehatan mental.
Di sisi lain, olahraga lari belakangan kerap dipersepsikan semakin kompetitif. Tidak sedikit pelari yang fokus pada target pace, personal best (PB), podium lomba, hingga konten media sosial.
Kondisi ini membuat sebagian orang merasa tertekan atau enggan memulai olahraga karena takut tidak mampu mengikuti standar tersebut.
Sementara berjalan kaki, mengutip Eating Well, merupakan olahraga dengan dampak lebih rendah dan mudah diakses bagi mereka yang mungkin tidak mampu melakukan aktivitas fisik intensitas tinggi.
Mengutip dari Times of India, berikut beberapa kelebihan jalan kaki dibandingkan lari yang jadi pertimbangan banyak orang.
1. Lebih ramah bagi sendi dibanding lari
Perbedaan paling terlihat antara jalan kaki dan lari terletak pada dampaknya terhadap sendi. Saat berlari, setiap langkah memberi tekanan hingga hampir tiga kali berat badan pada lutut dan pergelangan kaki. Benturan berulang inilah yang kerap memicu nyeri lutut, shin splints, hingga cedera tendon.
Sebaliknya, jalan kaki memberikan manfaat pergerakan tanpa tekanan berlebihan. Aktivitas ini dinilai lebih aman bagi orang dengan masalah lutut, radang sendi, berat badan berlebih, lansia, maupun mereka yang sedang memulai kembali olahraga setelah cedera.
Jalan kaki tetap membantu memperkuat otot dan tulang, namun dengan risiko yang lebih minimal.
Simak kelebihan jalan kaki dibanding lari lainnya di halaman berikutnya..

















































