5 Manfaat Jadi Pendukung Tim Sepak Bola, Bikin Sehat Jiwa Raga

2 hours ago 4

CNN Indonesia

Jumat, 26 Jun 2026 06:46 WIB

Penelitian membuktikan, kegemaran seseorang terhadap klub olahraga, atau khusus sepak bola, bisa bermanfaat untuk kesehatan. Ilustrasi. Penelitian membuktikan, kegemaran seseorang terhadap klub olahraga, atau khusus sepak bola, bisa bermanfaat untuk kesehatan. (REUTERS/Mohammed Salem)
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Dunia sedang berpesta bola saat ini. Televisi hampir di setiap rumah beramai-ramai memutar siaran Piala Dunia 2026.

Pertandingan demi pertandingan dinikmati. Si A menjagokan tim yang satu, sementara si B menjagokan tim yang lain. Tak jarang juga, kecintaan pada tim sepak bola favorit memengaruhi rencana seseorang dalam berakhir pekan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Satu sisi, kecintaan terhadap tim olahraga tertentu tampak seperti kesenangan yang berlebihan. Namun, penelitian membuktikan bahwa hal ini lebih dari sekadar kesenangan.

Sejumlah studi bahkan telah menemukan bahwa kegemaran terhadap tim olahraga tertentu dapat meningkatkan kesehatan mental dan fisik.

"Menjadi penggemar olahraga dapat menjadi alat yang ampuh dalam mendukung kesejahteraan," ujar ahli psikologi Profesor Daniel Wann dari Murray State University, Amerika Serikat (AS), melansir Everyday Health.

1. Meningkatkan rasa kebersamaan

Kegemaran terhadap olahraga, sebut Wann, menawarkan koneksi langsung dengan kelompok yang lebih besar. Hal ini dianggap bisa memenuhi kebutuhan psikologis seseorang.

"Ini adalah cara untuk merasa menjadi bagian dari sesuatu," ujar Wann.

Pada dasarnya, manusia berkembang saat bekerja sama. Interaksi dengan sesama penggemar tim dapat mengurangi perasaan kesepian, meningkatkan kepercayaan pada orang lain, menemukan makna bersama, dan menjadi wadah untuk berbagi perasaan positif serta negatif.

"Ikatan antar-penggemar jauh melampaui olahraga itu sendiri. Penggemar saling mendukung untuk segala hal. Sepak bola atau olahraga apa pun hanyalah alasan untuk terus hadir," ujar peneliti dari Loughborough University, Inggris, Aaron CT Smith.

2. Meningkatkan harga diri

Mengidentifikasi dengan sebuah tim dapat membuat seseorang merasa lebih baik tentang diri sendiri setelah tim yang dijagokan memenangi pertandingan. Ini dikenal dengan fenomena psikologis British International Respectful God atau BIRG.

Seorang penggemar sering mengidentifikasi dirinya sebagai bagian dari tim. Saat tim yang dijagokan menang, mereka akan mengatakan 'kita menang', meski sebenarnya mereka tak ikut bertanding. Namun, kemenangan itu menjadi milik bersama.

Penelitian Wann menunjukkan, orang lebih cenderung melakukan BIRG saat mereka lebih kuat mengidentifikasi diri dengan sebuah tim.

3. Mencegah depresi dan isolasi sosial

Menjadi penggemar olahraga mungkin tidak akan menyembuhkan depresi klinis, tapi setidaknya dapat mencegah.

Kesepian, keputusasaan, dan perasaan bahwa hidup tak bermakna menjadi faktor risiko depresi. Fandom atau menjadi bagian dari penggemar akan memutus rantai kesepian itu.

"Semua itu bukanlah terapi. Tapi, itu juga bukan sesuatu yang tidak berarti," ujar Smith.

Manfaat ini sebenarnya datang secara tidak langsung. Manfaat ini datang lantaran kegemaran terhadap tim olahraga tertentu biasanya bersifat sosial dan dapat meningkatkan koneksi.

4. Jadi saluran sehat untuk mengeluarkan emosi

Kegemaran terhadap olahraga bisa jadi saluran untuk mengekspresikan emosi. Di sini, mengekspresikan emosi diterima secara sosial.

"Olahraga adalah salah satu jalan di mana individu diperbolehkan untuk mengekspresikan emosi mereka," ujar Wann.

Orang dewasa tidak memiliki banyak kesempatan untuk menangis, memeluk orang lain, atau berteriak ke langit. Tapi, kegemaran terhadap tim olahraga, misalnya saat perayaan kemenangan, seseorang bisa dengan bebas menangis haru, berpelukan, atau bahkan berteriak.

"Ini adalah arena resmi untuk emosi yang tidak menimbulkan bencana sosial," ujar Smith.

5. Mendorong tubuh lebih aktif

Tak semua orang yang mengidolai tim sepak bola juga suka bermain olahraga yang sama. Namun, sebuah survei yang diterbitkan pada 2023 lalu menemukan, orang yang senang berolahraga cenderung terlibat dalam berbagai bentuk fanatisme olahraga.

"Penggemar olahraga jauh lebih mungkin untuk berpartisipasi dalam olahraga. Hal itu mendorong orang untuk tetap aktif," ujar Wann.

(asr)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
| | | |