93 Persen Warga Jakarta Mageran, 4 Penyakit Berbahaya Ini Mengintai

3 hours ago 2

CNN Indonesia

Selasa, 24 Feb 2026 18:45 WIB

Hasil CKG menemukan, 93 persen warga Jakarta kurang aktivitas fisik alias mageran. Beberapa penyakit berbahaya pun mengintai. Apa saja? Ilustrasi. Hasil CKG menemukan, 93 persen warga Jakarta kurang aktivitas fisik alias mageran. (iStockphoto/José Antonio Luque Olmedo)
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Sebanyak 93 persen warga Jakarta ditemukan kurang aktivitas fisik alias mageran. Hal ini ditemukan dalam hasil program Cek Kesehatan Gratis (CKG) periode 2025-2026.

"Dari hasil pemeriksaan, temuan terbanyak berasal dari kelompok risiko penyakit kardiovaskular, terutama obesitas sentral dan kurangnya aktivitas fisik (93 persen)," ujar Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati, Senin (16/2), mengutip Antara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebanyak 74 persen warga yang melakukan CKG juga ditemukan mengalami ketidaknormalan kadar lemak dalam darah.

Mager alias minim aktivitas fisik menjadi faktor risiko bagi banyak penyakit kronis, terutama jantung.

Gaya hidup tidak aktif atau sedentary lifestyle sendiri didefinisikan sebagai perilaku menghabiskan waktu berjam-jam duduk atau berbaring di luar jadwal tidur dengan sedikit aktivitas fisik.

Mengutip laman Cleveland Clinic, beberapa ahli mengkategorikan, hanya menghabiskan waktu duduk selama 4-6 jam per hari sudah tergolong gaya hidup tidak aktif. Biasanya, waktu itu digunakan untuk duduk di depan komputer/laptop, bermain gim video, menonton TV, dan duduk selama perjalanan pulang-pergi.

Penelitian telah menunjukkan, tubuh tidak aktif lebih dari 10 jam per hari dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.

Penyakit akibat terlalu mager

Beberapa penyakit bisa muncul akibat tubuh terlalu mager. Berikut di antaranya.

1. Obesitas

Duduk dalam waktu lama membuat tubuh membakar lebih sedikit kalori. Hal ini berisiko meningkatkan berat badan.

Kurangnya aktivitas fisik dapat meningkatkan penimbunan lemak dengan mengganggu keseimbangan hormon sehingga memengaruhi pengaturan nafsu makan dan metabolisme.

2. Penyakit jantung

Ilustrasi joggingIlustrasi. Aktivitas fisik dapat menjaga jantung tetap sehat. (Pixabay/skeeze)

Jantung akan melemah jika tubuh tidak aktif.

Duduk terlalu lama dapat memberi tekanan pada sistem tubuh di tingkat seluler. Hal ini pada gilirannya akan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, seperti hipertensi (tekanan darah tinggi).

Penelitian juga menunjukkan, risiko penyakit kardiovaskular akan tetap sama bahkan untuk orang dengan skor indeks massa tubuh (BMI) sehat tapi jarang beraktivitas fisik.

3. Depresi

Tak cuma secara fisik, minim aktivitas fisik juga bisa berdampak pada kesehatan mental. Sebuah analisis menemukan hubungan antara kebiasaan mager dan depresi.

4. Kanker jenis tertentu

Bergerak aktif jadi salah satu cara alami mencegah kanker. Penelitian menunjukkan, gaya hidup tidak aktif dapat meningkatkan risiko beberapa jenis kanker, seperti:

- kanker usus besar,
- kanker paru-paru,
- kanker rahim.

(asr)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |