Jakarta, CNN Indonesia --
Grup Adani India mengumumkan akan menginvestasikan US$100 miliar (Rp1.684,5 triliun) untuk membangun pusat data siap AI skala besar yang ditenagai energi terbarukan pada 2035, Selasa (17/2).
Proyek ini bertujuan menciptakan platform pusat data terintegrasi terbesar di dunia dan memposisikan India sebagai pemimpin dalam perlombaan AI global.
Pengumuman ini bersamaan saat India menjadi tuan rumah KTT AI global selama lima hari dengan tema membahas berbagai isu mulai dari gangguan lapangan kerja hingga keselamatan anak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
KTT tersebut akan mengumpulkan 20 pemimpin nasional dan 45 delegasi tingkat menteri -- dengan hari utama pada hari Kamis -- yang akan bertemu dengan para CEO teknologi termasuk Sam Altman dari OpenAI dan Sundar Pichai dari Google.
"Investasi US$100 miliar tersebut akan memicu pengeluaran tambahan sebesar US$150 miliar di berbagai sektor seperti "manufaktur server, infrastruktur listrik canggih, platform cloud negara, dan industri pendukung", kata Grup Adani dalam sebuah pernyataan.
"Secara bersama-sama, ini diproyeksikan akan menciptakan ekosistem infrastruktur AI senilai $250 miliar di India selama dekade ini," demikian pernyataan tersebut mengutip AFP.
Grup Adani juga sedang berdiskusi dengan pemain utama lainnya yang ingin membangun kampus skala besar di seluruh India, sehingga semakin memperkuat posisinya sebagai mitra infrastruktur AI utama di India.
Pada tahun lalu, India melompat ke peringkat ketiga -- melampaui Korea Selatan dan Jepang -- dalam peringkat global tahunan daya saing AI yang dihitung oleh para peneliti Universitas Stanford.
Namun, terlepas dari rencana infrastruktur skala besar dan ambisi besar untuk inovasi, para ahli mengatakan negara ini masih memiliki jalan panjang sebelum dapat menyaingi Amerika Serikat dan Tiongkok.
(mik/tim/mik)


















































