Airlangga Sebut IHSG Anjlok ke Level 7.000-an Gegara Investor 'FOMO'

2 hours ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto merespons pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang kembali tertekan hingga ke bawah level 8.000 pada perdagangan hari ini, Senin (2/2).

Airlangga menyebut tekanan di pasar saham tidak sepenuhnya mencerminkan hilangnya kepercayaan investor asing terhadap pasar modal Indonesia.

"Kita lihat terjadi net inflow asing. Net inflow asing berarti kepercayaan asing terhadap perbaikan itu ada," ujar Airlangga di Sentul International Convention Center, Bogor, Senin (2/2).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menjelaskan pelemahan indeks lebih dipengaruhi aksi jual pada saham-saham tertentu yang berpotensi terdampak kebijakan pasar modal, khususnya terkait likuiditas dan porsi saham publik.

Menurutnya, kondisi tersebut dipicu oleh perilaku sebagian investor yang bereaksi cepat terhadap isu regulasi.

"Tetapi kami lihat saham-saham yang potensi tidak likuid, itu kalau di pasar modal kan investor-investor banyak yang ikut, yang kita sering sebut fear of missing out," ujarnya.

Airlangga mengatakan fenomena fear of missing out (FOMO) mendorong investor melepas saham-saham yang dinilai berisiko terdampak aturan baru, terutama emiten dengan batas minimal porsi saham publik (free float) rendah.

Saham-saham tersebut, lanjut dia, berpotensi terkena kewajiban peningkatan free float menjadi 15 persen.

"Nah, fear of missing out ini terjadi dari investor yang berpikir bahwa saham-saham yang sekarang mereka invest itu termasuk yang saham kita sebut saham olahan. Sehingga itu nanti akan terkena regulasi yang harus naik free float-nya ke 15 persen sehingga dengan demikian mereka melepas saat sekarang," ucapnya.

Meski demikian, Airlangga menilai tekanan tidak terjadi secara merata. Ia menyebut saham-saham dengan fundamental kuat masih menunjukkan pergerakan positif di tengah koreksi pasar.

"Tetapi kalau kita lihat saham-saham yang fundamentalnya bagus juga ada naik," katanya.

IHSG melorot tajam pada perdagangan Senin (2/2). Mengutip data RTI Infokom, IHSG sempat anjlok lebih dari 5 persen ke level 7.906 pada pukul 09.18 WIB, sebelum akhirnya ditutup di posisi 7.922 atau turun 406,9 poin atau minus 4,88 persen.

Tekanan terhadap IHSG terjadi setelah pekan lalu pasar modal Indonesia diguncang kebijakan Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang membekukan sementara perlakuan indeks terhadap saham-saham Indonesia.

Kebijakan tersebut mencakup pembekuan kenaikan bobot saham, penghentian penambahan emiten baru, serta tidak adanya kenaikan kelas saham di seluruh segmen indeks MSCI.

Dampaknya, IHSG sempat anjlok hingga 8 persen pada Rabu (28/1) dan Kamis (29/1), yang memicu penghentian sementara perdagangan (trading halt).

Kondisi itu juga diikuti oleh pengunduran diri Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman serta mundurnya sejumlah pejabat Otoritas Jasa Keuangan (OJK), termasuk Ketua DK OJK Mahendra Siregar.

Di tengah tekanan tersebut, OJK memastikan BEI akan menerbitkan aturan baru terkait peningkatan free float dari 7,5 persen menjadi 15 persen.

Kebijakan ini akan berlaku bagi emiten baru maupun emiten yang telah tercatat, dengan mekanisme exit policy bagi perusahaan yang tidak mampu memenuhi ketentuan dalam jangka waktu tertentu.

[Gambas:Video CNN]

(del/ins)

Read Entire Article
| | | |