Alasan Henti Jantung Bikin Bibir Biru hingga Keunguan

3 hours ago 4

CNN Indonesia

Senin, 26 Jan 2026 10:15 WIB

Bibir biru hingga keunguan saat henti jantung menandakan oksigen darah turun drastis. Dokter menjelaskan proses medis di baliknya. Ilustrasi. Sianosis atau perubahan pada warna bibir dan kulit bisa terjadi pada orang yang mengalami henti jantung mendadak. (Istockphoto/Tharakorn)

Jakarta, CNN Indonesia --

Perubahan warna bibir menjadi biru bahkan keunguan kerap terlihat pada kondisi gawat darurat seperti henti jantung. Meski tampak sederhana, tanda ini sebenarnya mencerminkan proses serius yang terjadi di dalam tubuh, khususnya terkait suplai oksigen dan aliran darah.

Dokter spesialis jantung di Siloam Hospital, Vito Damay, menjelaskan bahwa warna bibir yang berubah merupakan sinyal kadar oksigen dalam darah menurun drastis akibat jantung tidak lagi memompa darah secara efektif.

"Ketika henti jantung terjadi, jantung berhenti memompa darah. Akibatnya, darah tidak mengalir ke paru-paru dan jaringan tubuh sehingga oksigen tidak bisa terdistribusi," kata Vito kepada CNNIndonesia.com, Minggu (25/1).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam kondisi normal, darah yang kaya oksigen berwarna merah cerah. Namun saat jantung berhenti bekerja, darah yang beredar menjadi miskin oksigen dan warnanya lebih gelap.

Perubahan inilah yang kemudian terlihat dari luar tubuh sebagai warna kebiruan hingga keunguan. Menurut Vito, bibir menjadi area paling jelas menunjukkan perubahan ini karena memiliki banyak pembuluh darah kecil dan lapisan kulit yang tipis.

"Perubahan kadar oksigen dalam darah akan lebih cepat terlihat di bibir dibandingkan bagian tubuh lain," ujarnya.

Tak hanya faktor oksigen, berkurangnya aliran darah ke kulit juga berperan besar. Saat henti jantung atau bahkan ketika tekanan darah turun mendadak akibat syok, tubuh secara otomatis mengalihkan aliran darah ke organ yang dianggap paling vital, seperti otak dan jantung.

"Tubuh kita akan 'mengorbankan' kulit demi mempertahankan fungsi organ penting. Aliran darah ke kulit dan ujung jari berkurang," jelas dr. Vito.

Kombinasi antara darah yang kekurangan oksigen dan minimnya aliran darah ke permukaan tubuh membuat bibir tampak biru, keunguan, bahkan terasa dingin. Pada fase yang lebih berat, kondisi ini bisa disertai kulit pucat, lembap, dan muncul keringat dingin.

Secara medis, perubahan warna kebiruan ini dikenal sebagai sianosis, yang menjadi tanda darurat karena menunjukkan jaringan tubuh tidak mendapat suplai oksigen yang cukup.

Dokter mengingatkan, bibir biru atau keunguan bukan kondisi yang boleh diabaikan, terlebih jika muncul bersamaan dengan gejala lain seperti sesak napas, nyeri dada, penurunan kesadaran, atau pusing hebat.

"Kondisi ini membutuhkan penanganan medis segera karena berkaitan langsung dengan keselamatan nyawa," katanya.

(tis/tis)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |