Ariana Grande Murka Gedung Putih Pakai Lagunya di Video ICE

3 hours ago 10

CNN Indonesia

Jumat, 12 Jun 2026 11:00 WIB

Ariana Grande  (Photo by Unique Nicole / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP) Ariana Grande memberikan kecaman keras terhadap Gedung Putih karena menggunakan lagunya, bye (2024), untuk sebuah video penangkapan imigran oleh ICE. (Getty Images via AFP/UNIQUE NICOLE)

Jakarta, CNN Indonesia --

Ariana Grande memberikan kecaman keras terhadap Gedung Putih karena menggunakan lagunya, bye (2024), untuk sebuah video penangkapan imigran oleh ICE.

Video tersebut dibuat dan disebarkan oleh Gedung Putih di platform media sosial TikTok. Ariana pun langsung mendatangi video itu dan memberikan kecamannya di kolom komentar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tolong jangan pernah menggunakan musik saya terkait dengan omong kosong yang biadab, tidak manusiawi, dan keji ini. F*** ICE," tulis Ariana di komentar video itu awal pekan ini.

Variety menyebut pada Kamis (11/6) bahwa juru bicara Grande memastikan bahwa komentar itu langsung dibuat oleh sang diva pop. "Namun untuk beberapa alasan komentar itu tidak terlihat secara publik," kata mereka.

Mereka juga menyebut sudah berupaya menghapus audio dari video tersebut, dan suara dari musik itu dihilangkan dari klip tersebut tak lama setelah Ariana Grande menyemburkan omelannya.

Secara terpisah, juru bicara Gedung Putih Abigail Jackson juga memberikan tanggapan atas komentar Ariana Grande tersebut. Dalam tanggapan itu, Jackson menuding pihak "biadab" yang sesungguhnya adalah "imigran ilegal kriminal".

"Kami akan mengatakan ini untuk terakhir kalinya: yang sebenarnya biadab, tidak manusiawi, dan keji adalah para imigran ilegal kriminal yang telah melukai dan membunuh warga negara Amerika yang tidak bersalah," kata Jackson.

Ini bukan kali pertama Ariana Grande memprotes pemerintahan Trump dan para pendukungnya. Pada 2025, ia membagikan ulangan unggahan kritik terhadap pemerintahan Trump terkait penggerebekan ICE, dan retorika transfobik, serta ancaman lain terhadap demokrasi.

Unggahan tersebut awalnya ditulis oleh aktivis Matt Bernstein sebagai "sapaan" untuk para pendukung Trump.

Grande sebelumnya mendukung calon presiden dari Partai Demokrat, Kamala Harris, selama pemilihan presiden 2024. Ia juga tampil untuk Presiden Barack Obama dan Ibu Negara Michelle Obama dalam acara In Performance at the White House: Women of Soul pada 2014.

@whitehouse

Bye-bye 👋 President Trump has delivered the most secure border in history

♬ original sound - The White House

(end)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |