Aroma Cuka Ini Dilaporkan ke Polisi, Dikira Bau Mayat yang Membusuk

2 hours ago 7

CNN Indonesia

Minggu, 26 Jul 2026 23:35 WIB

Ilustrasi kentut Ilustrasi. Aroma cuka tradisional asal Guangdong, China sampai membuat pemiliknya dilaporkan ke polisi lantaran dicurigai sebagai bau mayat yang membusuk. (Thinkstock/Hemera Technologies)

Jakarta, CNN Indonesia --

Cuka memang punya bau yang menyengat. Tapi, aroma cuka tradisional asal Guangdong, China ini sampai membuat pemiliknya dilaporkan ke polisi lantaran dicurigai sebagai bau mayat yang membusuk.

Cerita ini muncul dari seorang warga Guangdong, Chen. Rumahnya diperiksa polisi lantaran dicurigai ada mayat di dalamnya. Pemeriksaan ini dilakukan berdasarkan laporan salah seorang tetangganya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tetangga saya mengira saya sedang memasak 'mayat'," tulis Chen dalam akun media sosialnya, melansir South China Morning Post.

Tetangganya menduga, seseorang telah meninggal dunia di rumahnya. Namun, yang sebenarnya terjadi adalah Chen hanya sedang menyiapkan sajian sup yang mengandung cuka berbau busuk.

Cuka itu dikenal dengan nama 'chopi cu', yang secara harfiah berarti 'fart vinegar' atau 'cuka bau kentut'.

Masyarakat setempat mengenalnya juga sebagai 'cuka panjang umur' lantaran manfaat kesehatannya. Cuka juga dianggap sebagai salah satu bahan masak tradisional Guangdong yang memiliki sejarah panjang.

Berdasarkan legenda, cuka bau kentut ini berasal dari pengalaman seorang pria miskin di Guangdong. Dikisahkan, ia menyimpan kerak nasi dalam sebuah toples atau tempayan sebagai persediaan makan untuk ibunya yang sakit.

Karena atap rumah yang tak layak, tempayan itu terisi air hujan. Akibatnya, kerak nasi di dalamnya berfermentasi dan mengeluarkan bau busuk.

Suatu hari, nasi itu dimasak dan diberikan pada sang ibu. Secara ajaib, ibu sembuh setelah sakit sekian lama.

Dari sana, orang-orang menganggap bahwa cairan berbau busuk itu memiliki khasiat penyembuhan.

Kini, cuka tersebut telah diakui sebagai warisan budaya tak benda di beberapa wilayah Guangdong, termasuk distrik Huadu di Guangzhou.

Huang Weihua, salah seorang pewaris resmi cuka bau kentut di Huadu, menggunakan beras yang patah sebagai bahan utama. Ia kemudian menumisnya selama lebih dari 40 menit hingga berwarna keemasan, lalu menempatkannya dalam toples berisi air untuk difermentasi selama tiga bulan.

Cuka dipercaya dapat merangsang nafsu makan, meredakan stasis darah, meningkatkan pencernaan, dan mendetoksifikasi tubuh. Khusus cuka bau kentut satu ini, ia dipercaya efektif meredakan panas dan kelelahan selama musim panas.

Secara tradisional, cuka biasanya dimasak dengan kaki babi, jahe, dan telur untuk ibu menyusui. Cuka dipersiapkan beberapa sebelumnya hingga telah tersedia saat ibu melahirkan. Cuka dipercaya dapat meningkatkan pemulihan tubuh ibu selama masa nifas.

Kesalahpahaman tersebut memicu banyak reaksi dari warganet. Beberapa berseloroh soal lucunya hal tersebut. Beberapa yang lain berbagi pengalaman yang hampir sama.

"Cuka panjang umur itu baunya sangat menyengat. Anak saya pernah memasak ceker ayam dengan cuka itu, dan jari-jarinya berbau tak sedap setelahnya," tulis seorang warganet.

"Saya pernah memasak cuka yang baunya menyengat di rumah saya di Shenzhen. Tetangga saya mengingatkan saya, jika saya melakukannya lagi, mereka akan memberi saya pelajaran," tulis warganet yang lain.

(asr)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
| | | |