Jakarta, CNN Indonesia --
Gedung Putih menyatakan Amerika Serikat (AS) semakin mendekati kendali atas wilayah udara Iran. Diperkirakan, AS bisa menguasai wilayah udara Iran dalam empat hingga enam pekan ke depan.
Juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan, operasi militer yang dijalankan AS menunjukkan perkembangan signifikan dalam beberapa pekan terakhir.
"Kami berada di jalur yang sangat baik untuk mengendalikan wilayah udara Iran," kata Leavitt kepada wartawan di Gedung Putih, Jumat (6/3), melansir Reuters.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menyebut, pemerintah AS menilai target operasi militer yang dinilai realistis dapat tercapai dalam waktu relatif singkat.
Menurut Leavitt, pemerintah juga tengah mempertimbangkan sejumlah kandidat yang berpotensi memimpin Iran di masa mendatang. Pernyataan itu muncul sehari setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan Washington harus terlibat dalam menentukan pemimpin baru Iran.
"Saya tahu ada sejumlah orang yang sedang dilihat oleh badan intelijen kami dan pemerintah Amerika Serikat, tetapi saya tidak akan membahasnya lebih jauh," ujarnya.
Dalam wawancara dengan Reuters sehari sebelumnya, Trump juga menyatakan, pemimpin Iran berikutnya kemungkinan besar bukan putra mendiang Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, yang sebelumnya disebut sebagai salah satu kandidat kuat penerus ayahnya.
Trump juga menegaskan bahwa AS tak akan mencapai kesepakatan dengan Iran kecuali jika Teheran menyerah tanpa syarat.
Di sisi lain, Iran menyebut konflik dengan AS dan Israel telah menimbulkan korban besar di pihak sipil. Duta Besar Iran untuk PBB Amir Saeid Iravani mengatakan sedikitnya 1.332 warga sipil tewas dan ribuan lainnya terluka sejak perang dimulai.
Ia menuduh AS dan Israel menargetkan infrastruktur sipil selama serangan berlangsung, sementara Iran mengklaim hanya menyerang fasilitas militer.
Konflik antara Iran dengan AS dan Israel sendiri pecah pada 28 Februari, setelah Washington dan Tel Aviv melancarkan serangan militer ke Teheran saat negosiasi mengenai program nuklir Iran masih berlangsung.
(del/asr)


















































